
Tomohon, BeritaManado.com – Kualitas persahabatan memiliki perbedaan di semua periode perkembangan usia, tak terkecuali anak-anak usia remaja.
Untuk menjaga relasi persahabatan pada anak-anak usia remaja ini memerlukan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai untuk menghindari konflik dari perubahan emoasi atau prioritas.
Kita perlu melakukan gaya komunikasi yang efektif dengan meluangkan waktu secara rutin untuk bertemu atau berdialog dengan sahabat kita, baik di rumah maupun sekolah.
Hal sederhana seperti mengajak makan bersama setiap akhir pekan, menjadi pendengar yang aktif sambil menjaga kontak mata dan menghindari gangguan seperti ponsel.
Kita juga perlu untuk memberikan dukungan emosional dengan menunjukkan kehadiran saat sahabat kita membutuhkan, seperti mendengarkan curhatan tanpa menghakimi dan memberikan dukungan dengan kejujuran serta kepercayaan.
Dalam proses untuk menjaga relasi yang dimaksud, kita perlu untuk menghormati perbendaan minat tanpa ada sikap meremehkan.
Hormati batasan hal-hal yang bersifart pribadi dengan memberikan ruang bagi sahabat untuk menjadi diri sendiri dan jangan memaksa kedekatan, akan tetapi membiarkan relasi yang ada terbangun secara alami.
Kita perlu menerima kekuarangan sahabat yang memberi kepercayaan mendengarkan curahan hatinya.
Bahkan jika ada pengalaman menyakitkan di masa lalu, maka kita perlu untuk memaafkannya demi untuk menjaga persahabatan yang akan berlangsung dalam jangka panjang.
Bangunlah persahabatan secara sehat dengan melibatkan diri sendiri dalam aktivitas secara bersama-sama seperti di dalam klub olahraga.
Kemudia kita juga harus memahami ciri-ciri persahabatan yang positif yang saling menghormati tanpa adanya tekanan dan dalam membangun sebuah relasi, kita tidak boleh pilih-pilih teman.
Menjadi pendengar yang baik sangat penting dalam menjaga persahabatan di usia remaja, dimana hal itu berarti memberikan perhatian penuh dan empati agar sahabat kita merasa didukung.
Cara ini akan memperkuat persahabatan di tengah emosi yang sering fluktuatif pada usia remaja atai dalam jenjang pendidikan SMP.
Jika sedang berkomunikasi, tunjukkanlah empati dengan mencoba memahami perasaan mereka dengan memberikan tanggapan.
Hindari kritik atau nasihat kecuali sahabat kita yang memintanya dan biarkan mereka eksplorasi sendiri.
Kita bisa memberikan pertanyaan secara terbuka dengan menanyakan hal seperti “Apa yang bikin kamu susah hadapi ini?”
Jika sahabat kita telah menceritakan sesuatu yang dia rasakan, maka kita wajib memberikan dukungan emosional dengan mengekpreasikan gerak tubuh yang dapat dipahami sebagai sikap memberikan dukungan.
(***/Frangki Wullur)
