MANADO – Kepala Sub Bidang Analisa dan Program BKBPP Manado, Armada Rumapea, mengatakan, dalam upaya maksimal mereka, masih ada juga kendala yang dihadapi, dan itu lebih berkaitan dengan teknis dan sumber daya manusia.
“Manado masih kurang dalam sarana pelayanan, sebab hingga sekarang yang menyelengggarakan pelayanan KB untuk laki-laki baru Rumah Sakit (RS) Kandou dan RS Wolter Mengosidi Teling,” kata Rumapea.
Selain keterbatasan dalam jumlah rumah sakit, kata Rumapea, tenaga dokter yang melayani pelayanan ini juga masih terbatas, sehingga saat ada pelayanan vasektomi harus berganti-gantian, yang memakan waktu cukup lama.
Karena itu ia mengatakan sebagai solusi, BKBPP Manado sudah mengusulkan kepada BKKBN Sulawesi Utara untuk memberikan pelatihan kepada lima tenaga dokter di Manado, yang khusus melayani program KB ini, serta membangun klinik khusus melayani KB.
Usulan ini katanya sudah disampaikan, dan akan diupayakan pada 2012 nanti, sehingga tahun depan nantinya program vasektomi nanti bisa berjalan lebih baik dibandingkan sekarang, dan mereka bisa menargetkan lebih banyak dari sekarang.
Pada 2011 ini BKBPP Manado menargetkan ada 134 laki-laki yang ikut dalam program ini, dan hingga akhir September sudah ada 136 pria yang ikut dalam program ini dan diprediksi bisa bertambah hingga akhir tahun ini.(niel)
