Manado – Salah satu siswa SMPN 1 Manado yang namanya dirahasiakan, dikabarkan mengalami depresi karena tidak disertakan dalam lomba festival Kawanua yang digelar di Kota Surabaya, baru-baru ini.
Sumber mengatakan, siswa yang sudah sangat siap untuk mengikuti lomba tersebut, pergi ke bandara untuk sama-sama rombongan lainnya bertolak ke Surabaya. Namun yang terjadi, setelah sampai di bandara Sam Ratulangi Manado, nama siswa tersebut tidak tercantum. “Otomatis tiketnya (siswa, red) tidak ada dan dia batal ikut rombongan,”ujar sumber.
Sejak kejadian itu, lanjut sumber, anak tersebut mengalami depresi dan lebih banyak diam. Serta semua seragam sekolah miliknya yang ada logo SMPN 1 nya dicopot dan dirobek-robek siswa tersebut. “Teman-temannya ada yang berkunjung ingin menemuinya (siswa) namun dia tidak mau bertemu dan sekarang lebih banyak diam, mungkin karena merasa sangat malu karena batal berangkat,”ungkap sumber lagi kepada sejumlah wartawan.
Terkait hal tersebut, saat dikonfirmasi via SMS, Kepala SMPN 1 Manado, Jeane Rey mengatakan, menurut pelatih dan panitia siswa tersebut tidak diberangkatkan, karena dalam persiapan latihan, siswa sudah beberapa kali tidak ikut latihan dan akhirnya diganti oleh siswa yang lain. “Panitia mengatakan, siswa sudah berapa kali dipanggil untuk latihan namun siswa tersebut tidak datang. Katanya tidak mau ikut latihan kalau cuma jadi pemegang vandel dalam tarian Maengket,”ungkap Rey.
Lanjut Rey, karena siswa tidak pernah lagi ikut latihan maka pelatih langsung mengganti siswa yang lainnya. Dan siswa yang tidak jadi berangkat memang tidak terdaftar dan tidak diberikan tiket. “Karena tidak jadi berangkat, jadi tidak pernah disuruh ke bandara,”terangnya. (risat)
