Kota Manado

Tahun 2012, Tahun “Vivere Pericoloso” Kota Manado

Tahun 2012, Tahun "Vivere Pericoloso" Kota Manado
Kota Manado, Jumat 6/1 (foto beritamanado)

Manado – Jauh sebelum pencanangan tahun 2012 sebagai tahun  disiplin, Wali Kota Vicky Lumentut mengatakan,”Pencanangan dan pelaksanaan tahun disiplin di tahun 2012 akan cukup berat, namun kita harus memulai”, ujarnya.

Tahun 2012 bisa jadi, menjadi tahun vivire pericoloso bagi kota Manado, yang oleh presiden soekarno pada masa itu, disebut sebagai tahun penuh tantangan dan penuh bahaya.

Dari investigasi beritamanado selang seminggu setelah pencanangan tahun disiplin, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan terkait disiplin di lingkup pemerintah ataupun masyarakat.  Masih ada luapan-luapan air, cuaca kadang ekstrim dan tersedaknya nafas gunung Lokon yang menandakan situasi awas bisa berbahaya.

ADVERTISEMENT

Beberapa kritikan atau tepatnya masukan minggu terakhir ini, datang dari berbagai kalangan menjadi indikator ada rasa optimisme dari kalangan masyarakat ditengah beberapa diantaranya yang masih pesimis dengan budaya bersih dan budaya tertib.

Tahun disiplin dikerjakan secara bertahap ungkap pengamat politik dan pemerintahan propinsi Sulawesi Utara Taufik Tumbelaka namun penegakan perda-perda yang terkait harus dilaksanakan pada tahun ini.

Salmon dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat mengusulkan agar kiranya seluruh perda-perda yang ada di kota Manado dapat dipasarkan saja, seperti undang-undang, karena disiplin selalu terkait dengan aturan.

Datang juga, dari Komisi A DPRD kota Manado berpendapat bahwa displin akan berjalan dengan baik jika ada sanksinya.

Semua masukan-masukan yang diberikan tersebut, sebagai bentuk dukungan yang kuat terhadap terlaksanannya program pemerintah tahun 2012 sebagai tahun disiplin.

Perhatian terhadap penegakan perda dan pemberian sanksi kiranya segera dilakukan, sehingga apa yang diharapkan dapat berbuah manis membawa kota Manado menjadi yang terdepan di dalam masalah kebersihan dan kedisiplinan, sebelum apa yang kita cita-citakan menjadi blunder. (cha)