Hukum dan Kriminalitas

Sehari Terjadi Dua Pembunuhan Maut di Manado

MANADO – Sulawesi Utara terkenal sebagai daerah religius, namun disayangkan angka kriminalitas di daerah ini masih tinggi. Bahkan angka prosentase merupakan salah-satu provinsi yang terbanyak kasus pembunuhan di Indonesia.

Lihat saja kejadian, Rabu (25/08), terjadi dua kasus pembunuhan di dua lokasi yang berbeda. Pertama menimpa korban Mochtar Mokodongan (30), warga Desa Kalasey, Kecamatan Pineleng. Korban pembunuhan kedua adalah Steven Pandang (27), warga Kelurahan Paal Dua, Kecamatan Tikala.

Korban Mochtar dibunuh pelaku oknum tukang ojek bernama Roy (22), warga Malalayang II, Lingkunagan I, Kecamatan Malalayang. Pelaku Roy sangat marah ketika memergoki korban sedang berduaan dengan istrinya dalam kamar sebuah hotel di Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang.

ADVERTISEMENT

Pelaku yang sangat kalap menghabisi korban di dalam hotel dengan sebilah pisau yang sudah dipersiapkan. Korban sempat lari sampai ke bagian lobby hotel namun tidak bisa menghindar dan tewas dengan tiga tusukan.

“Saya sangat emosi karena dia (korban) kepergok sedang berciuman dengan istri saya di dalam kamar hotel,” jelas pelaku kepada polisi.

Kasus pembunuhan kedua terjadi di sekitar SPBU Tikala, sekitar pukul 18.30 WITA. Korban Steven dibunuh oknum mantan anggota polisi bernama Benny (29), warga Desa Pinili, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara.

Kasusnya hampir serupa,  Benny cemburu pacarnya berduaan dengan korban Steven. Terungkap, Benny yang terakhir bertugas di Polsek Pineleng dengan pangkat Briptu dipecat tahun 2006 silam karena disersi dan terlibat sejumlah kasus pencurian dan penggelapan.

Kejadiannya, malam itu Benny membuat janji dengan korban untuk bertemu di SPBU Tikala. Alangkah kesalnya dia saat Steven datang bersama seorang wanita yang menurut Benny adalah pacarnya.

Dibakar api cemburu, tanpa pikir panjang Benny langsung menikam korban Steven dengan pisau tembaga yang diselipkan dipinggang. Oleh warga korban dilarikan ke RS Wolter Monginsidi Teling namun nyawanya tidak tertolong.

“Saya cemburu karena setiap ditelpon yang angkat salalu dia (korban Steven),” tutur pelaku saat menyerahkan diri di Poltabes Manado.  (JRY)