
Boltim, BeritaManado.com – Pulau bombuyanoi atau pulau nanas yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi alternatif warga untuk berwisata di momen lebaran ketupat, Minggu (31/05/2020).
Meski situasi di tengah pandemi wabah Corona Virus Diseases atau COVID-19 masih mengancam Indonesia bahkan di Sulawesi Utara, ribuan warga memadati pulau nanas hingga sejumlah warga menggelar disko tanah dan abai terhadap protokol kesehatan.
Dari hasil pantauan wartawan BeritaManado.com di lokasi, tak sedikit warga Boltim baik bersama keluarga maupun bersama pasangannya memilih liburan di Pulau Nanas yang merupakan satu dari sekian banyak destinasi wisata pasir putih di Kabupaten Boltim.
Para nelayan yang biasa melaut kini beralih profesi sehari dengan mengantar warga yang ingin berwisata di pulau nenas.
Nampak, di beberapa pesisir pantai baik di Kotabunan, Paret maupun di Tombolikat Selatan begitu banyak warga yang menanti perahu katinting para nelayan yang dijadikan transportasi warga untuk menyebrangi pulau.
Dengan biaya pergi pulang (PP) berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, warga sudah bisa menyebrangi sampai ke Pulau Nenas.
Abdul Salim, nelayan yang bermukim di Desa Paret mengaku tidak melaut karena banyak warga yang menggunakan perahunya untuk menyebrang ke pulau nanas.
“Alhamdulillah, hari ini tidak melaut, karena banyak warga yang mau ke pulau, jadi saya antar, lumayanlah per orang dewasa Rp 20 ribu, sudah empat kali pulang pergi saya antar, kalau anak-anak tidak bayar,” ucap Abdul Salim.
Sepanjang garis bibir pantai, dari kejauhan saat wartawan tiba di Pulau nanas, sudah nampak tenda-tenda dan tak sedikit dari mereka membawa bekal makanan untuk berteduh di tenda atau terpal yang mereka buat seadanya.
Bahkan, ada warga yang membawa sound system full dengan diiringi music disko, pulau Nenas pun seakan disulap seperti pemukiman warga.
Meski masih dalam situasi pandemi wabah COVID-19, nampak warga abai dengan social distancing hingga banyak yang tidak menggunakan masker di antara kerumunan warga lainnya.
Padahal, tak hanya warga Boltim yang memadati pulau nanas, tapi ada warga dari Kotamobagu yang datang berwisata di pulau nanas.
Ghyna Taip warga Kotamobagu mengatakan, dirinya datang di Pulau Nanas bersama teman-temannya yang merupakan warga boltim. Mereka datang hanya berswafoto.
Namun, lebih banyak warga Boltim yang datang untuk mandi di pantai pasir putih, makan bersama, bercanda bahkan ada yang menikmati disko tanah di atas pasir putih Pulau Nenas.
Hingga matahari telah tenggelam, aktivitas warga di Pulau Nanas masih ramai, bahkan masih ada yang berdatangan untuk bermalam bahkan hingga malam hari musik dari sound system pun masih berdendang.
Ryan warga Boltim mengaku belum ingin pulang dengan alasan menghabiskan malam di Pulau Nanas bersama teman-temannya.
“Kami pulang besok, malam ini tidur di tenda bersama teman-teman,” ujarnya.
(RiswanHulalata)
