
Manado, BeritaManado.com — Pusat perbelanjaan di Manado diharapkan kembali beroperasi.
Tentunya dengan standar operasional prosedur kenormalan baru dan protokol COVID-19.
Konsultan di Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Anton Miharjo, mendukung hal ini.
Apalagi kata Anton Miharjo, penutupan sudah berlangsung lama.
“Permintaan ini menjadi penting dilakukan Pemerintah Kota Manado. Karena bukan hanya memyelamatkan pengusaha, tapi kepedulian kepada ribuan pekerja,” kata Anton Miharjo.
Menurut Anton, secara nasional ada jutaan pekerja diberhentikan.
“Mereka yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) banyak. Laporan Kadin ada 5-6 jutaan orang sejak pandemi COVID-19,” jelas Anton kepada BeritaManado.com, Senin (8/6/2020).
Di Kota Manado, kata dia, persoalan PHK dapat menimbulkan masalah sosial.
“Terbaru, temuan survei nasional indikator, ada 17% dari total populasi mengaku di-PHK selama pandemi. Itu sangat tinggi. Dan jika dibiarkan, bakal melahirkan persoalan baru,” jelas Anton.
Ia menambahkan, membuka pusat perbelanjaan di Manado hanya membutuhkan keseriusan Pemkot.
“Yang pasti harus tegas dalam protokol kesehatan,” tandasnya

Pemulihan Sektor Riil
Mantan Ketua Perbanas Sulut, Fery Keintjem sependapat pusat perbelanjaan dibuka kembali.
Menurut Fery Keintjem, langkah itu akan memulihkan bidang ekonomi yang terpuruk akibat pandemi.
“Ini turut memberikan kepastian bagi pengusaha menjalankan roda perekonomian di Manado,” kata Fery.
Ia menambahkan, kepastiaan berusaha penting bagi pengusaha, terlebih pekerja.
“Bila usaha tetap beroperasi, akan mencegah terjadinya PHK secara masif. Daya beli masyarakat juga dipertahankan,” pungkas Fery.

Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Meskipun pusat perbelanjaan di Manado tutup sejak akhir Maret, namun sebagian tenant di dalamnya tetap buka.
Mereka konsisten dengan penerapan protokol kesehatan.
