
MANADO – Gejala merebaknya politik sektarian di kalangan Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) diseriusi Anggota DPD-RI, Ir Marhany Viktor Pua. Menurutnya Gereja hendaklah menjadi berkat bagi semua orang tanpa melihat latar belakang agama dan suku.
“GMIM sebagai organisasi pelayanan harus menjadi saluran berkat bagi semua orang dan bisa melihat siapa pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Pua kepada wartawan, Jumat (19/02).
Pua sangat menyayangkan kampanye “GMIM Pilih GMIM.” Kampanye itu dianggap terlalu sektarian dan primordial yang bisa berdampak negatif bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya lagi jemaat harus diajarkan cara berpolitik yang sehat sehingga bisa menentukan pilihannya terhadap figur yang berkualitas tanpa membawa unsur sektarian golongan. (JRY)
