Berita Utama

PT MSM-TTN Buat Terobosan! Tanam Jagung di Lahan Tambang

Likupang, BeritaManado.com – PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dua anak perusahaan PT Archi Indonesia, kembali membuat terobosan di bidang pertanian.

Dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsbility (CSR), PT MSM-TTN mengembangkan tanaman jagung di lahan pertambangan Tokatindung Reference Integrated Ecofarming Development (TRIED).

Terobosan ini mendapat sanjungan Direktur Pembenihan Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Mohammad Takdir MA, saat melakukan penanaman perdana di lokasi TRIED, Sabtu (31/11/2019), akhir pekan lalu.

“Saya kaget sewaktu mengetahui bahwa ada program kemitraan dari perusahaan tambang yang berhasil mengembangkan benih jagung unggulan di area pertambangan. Ini luar biasa. Karena pernah dilakukan program yang sama di Kalimantan, justru gagal,” kata Takdir, sesuai rilis yang diterima BeritaManado.com, Rabu (4/12/2019).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penelitian Serelia Dr Ir Moh Azrai, mengapresiasi PT MSM dan PT TTN yang turut mengambil bagian dalam upaya ketahanan pangan nasional.

“Saya sangat berterimakasih kepada kedua perusahaan ini yang turut mengambil bagian dalam pengembangan benih jagung. embangun korporasi pembenihan tidak mudah, karena disamping terdapat regulasi berlapis. Karena itu, tidak bisa sembarang mengeluarkan sertifikasi benih,” jelas Azrai.

Direktur PT MSM dan PT TTN David Sompie memaparkan, kegiatan ini merupakan kali kedua dilakukan dengan melibatkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara (BPTP) Sulut dan Balit Serelia Kementerian Pertanian.

Pertama jenis NASA 29 yang sudah mengembangkan jagung produksi, serta JH 37 untuk pengembangan benih jagung.

“Selain program pengembangan 30 kelompok peternak, kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan CSR PT MSM dan PT TTN. Jika sertifikasi NASA 29 terkendala di regulasi untuk pemasarannya, maka saat ini dengan kerja sama yang semakin lengkap, kiranya harapan itu dapat terwujud,” kata Sompie.

Lanjut menurut Sompie, rangkaian program ini adalah bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PT MSM dan PT TTN yang sudah berjalan sejak 2018, melibatkan kelompok tani yang bekerja dalam satu pengelolaan budidaya, dengan pola olah lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen secara serentak dan bersamaan dalam kordinasi Corporate Management (Pola Mapalus Modern).

Sompie sangat mengapresiasi dukungan dari semua pihak untuk mensukseskan program ini, yaitu Kementerian Pertanian RI, Balai Penelitian Serelia Maros, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut, PT Twins, Universitas Sam Ratulangi dan kelompopk-kelompok tani binaan PT MSM dan PT TTN, diyakini akan semakin membuat program ini berhasil dan berdayaguna.

Sejak 2018, PT MSM-TTN bekerjasama dengan 4 kelompok tani, yaitu Gapoktan Mapalus 1 Desa Winuri dan Desa Kalinaun Kabupaten Minahasa Utara, serta Kelurahan Pinasungkulan Kota Bitung, dengan target produksi 6 ton per hektar (rata-rata produktivitas jagung di Minut 3,5 ton per hektar), dari rata-rata produktivitas nasional 7,5 ton per hektar, dan potensi genetika varietas 13 ton per hektar.

Kelompok-kelompok yang terlibat adalah kelompok Tani Anugerah Maen, kelompok Maju Bersama Pinasungkulan, kelompok Maju Jaya Marinsow dan kelompok Berkarya Winuri.

Roy Pitoy, Ketua Kelompok Tani Anugerah Maen, mengungkapkan kegembiraannya dengan diluncurkan program ini.

“Sebagai petani, saya sangat mengharapkan program ini sukses, bukan saja panen, namun juga pasca produksi dan pemasarannya,” kata Pitoy.

Acara penanaman perdana benih jagung unggulan JH 37, juga dihadiri Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Sulut Dr Ir Yusuf, Perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Prof Ir Pandiangan MSi, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut Ir Palandeng MSi, Perwakilan PT Twin Rochimin, serta kelompok tani yang terlibat dalam program ini.

(***/Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara