
Penulis: Tim Redaksi
MANADO — Sekretaris P/KB Sinode GMIM, Pnt. Reza Rumambi, mengajak seluruh Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM dan warga GMIM untuk menjaga hati, perkataan, serta tindakan di tengah suasana duka atas meninggalnya salah seorang Pelayan Khusus, Pnt. Tommy Wagiu.
Menurut Reza, suasana duka seharusnya menjadi momentum bagi seluruh warga gereja untuk menghadirkan kasih, persaudaraan dan kedamaian.
“Saya mengajak kita semua untuk menjaga hati, menjaga perkataan, dan menjaga tindakan kita,” kata Reza.
Ia mengingatkan bahwa P/KB GMIM dipanggil untuk berdiri di depan dalam menyuarakan kasih, persaudaraan dan persatuan.
Sebagai bagian dari kehidupan bergereja dan bermasyarakat, P/KB GMIM diharapkan mampu menjadi pembawa damai dan penyejuk di tengah suasana yang tidak mudah bagi semua pihak.
Reza juga mengimbau agar setiap persoalan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum diserahkan kepada proses hukum yang berlaku.
“Kalau memang ada perbuatan yang melanggar hukum, biarlah diselesaikan melalui proses hukum yang benar,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang dapat memperdalam luka, termasuk provokasi maupun penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan ada tindakan yang membuat luka semakin dalam, jangan ada provokasi, dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Reza mengajak warga GMIM menjadikan iman sebagai kekuatan untuk menghadirkan kesejukan dan kedamaian, terutama ketika menghadapi persoalan yang berat.
“Marilah kita menjadi saksi iman, bahwa gereja adalah sumber dan pembawa kesejukan dan kedamaian, sebagai teladan Tuhan Yesus,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam suasana duka, keluarga yang ditinggalkan membutuhkan penghiburan, penguatan dan semangat dari orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, Reza mengajak seluruh warga GMIM untuk menunjukkan iman bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui sikap hidup sehari-hari.
“Iman kita bukan hanya terlihat ketika kita beribadah, tetapi juga ketika kita mampu menahan diri, mengampuni, menjaga persaudaraan, dan memilih jalan damai di tengah persoalan,” ujarnya.
Pesan tersebut, lanjutnya, merupakan panggilan bersama untuk menjaga persaudaraan, sekaligus merawat kehidupan bersama di Kota Manado dan Sulawesi Utara.
“Mari kita jaga persaudaraan, jaga Kota Manado dan Sulawesi Utara,” ajaknya.
Di tengah situasi duka tersebut, Reza berharap Tuhan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan, hikmat kepada semua pihak, serta kekuatan untuk terus menjadi alat perdamaian.
“Tuhan kiranya memberi penghiburan kepada keluarga yang berduka, memberi hikmat kepada semua pihak, dan memampukan kita menjadi alat perdamaian-Nya. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.
