
Bitung, BeritaManado.com – Ada yang menarik dengan berkas ijasah terakhir yang dilampirkan Pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota ke KPU Kota Bitung.
Rupanya, sejumlah calon hanya memasukkan ijasah SMA sebagai ijasah pendidikan terakhir kendati publik tahu sang calon memiliki titel sarjana.
Dari penelusuran, salah satu calon yang enggan mengunakan ijasah serjana dan hanya memasukkan ijasah SMA adalah Max Lomban.
Padahal publik tahu pasangan Martin Tumbelaka ini memiliki dua titel yakni Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Sains (MSi) tapi enggan melampirkan di persyaratan Paslon.
Selain Max, Martin dan Gunawan Pontoh yang keduanya adalah calon wakil wali kota juga hanya memasukkan ijasah SMA sebagai riwayat pendidikan terakhir.
Sedangkan calon yang “berani” mencantumkan titel atau gelar dalam berkas pendaftaran adalah calon wali kota, Victorine Lengkong dengan titel Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (SSTP) serta Paslon Maurits Mantiri-Hengky Honandar.
Untuk calon wali kota, Maurits sendiri mencantumkan gelar Insinyur (Ir) di depan namanya dan gelar Magister Manajemen (MM) di belakang, serta calon wakil wali kota, Hengky menggunakan gelar SE di belakang namanya.
Menanggapi soal Max hanya memasukkan ijasah SMA di KPU dibenarkan Ketua Tim Kampanye Paslo Max-Martin, Ramlan Ifran.
“Benar (ijasah SMA,red), dan itulah MJL (singkatan nama Max,red) pribadi yang sederhana,” kata Ramlan.
Sementara itu, Ketua Devisi Teknis Penyelanggara KPU Kota Bitung, Iten Kojongian menyatakan tidak masalah Paslon tak menggunakan gelar atau memasukkan ijasah sarjana.
“Mungkin saja para Paslon tidak mau repot sehingga hanya memasukkan ijasah SMA sebagai ijasah pendidikan terakhir,” kata Iten, Rabu (30/09/2020).
Karena kata Iten, ijasah yang dimasukkan para Paslon selain harus dilegalisir dan cap basah, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung ke sekolah atau perguruan tinggi yang menerbitkan ijasah.
“Makanya kemarin kami sampai ke Jatingangor Sumedang Jawa Barat untuk menverifikasi ijasah SSTP milik Ibu Victorine,” katanya.
Juga kata dia, pihaknya ke Kopertis IX Makassar untuk memverifikasi ijasah SE yang dimasukkan Hengky.
“Untuk Pak Maurits kebetulan dua gelar yang digunakan yakni Ir dan MM di Unsrat Manado sehingga gampang untuk membuktikan keabsahannya,” katanya.
Pun demikian, Iten menyatakan ijasah SMA dan sarjana yang dimasukkan para Paslon saat pendaftaran semuanya sudah memenuhi syarat serta telah melewati tahapan verifikasi.
“Semuanya sudah sesuai dan tidak ada masalah,” katanya.
(abinenobm)
