MANADO – Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dalam pesan Paskah-nya yang dibacakan di Gereja Masehi Injili di Minahasa, mengkritisi sekaligus memberikan pencerahan kepada Jemaat mengenai beberapa hal.
Melalui Ketua PGI AA Yewangoe, mengatakan, kondisi saat ini sangat memprihatinkan bukan hanya bagi Indonesia, tapi seluruh dunia.
Peperangan, kisruh, dan lainnya terjadi di mana-mana. Seolah perbedaan yang terjadi merupakan satu kekeliruan, bukan karunia yang harus disyukuri. ”Di Indonesia perbedaan seolah-olah menjadi pemicu terjadi konflik. Padahal, mestinya perbedaan ini dimaknai sebagai satu karunia, ”ujar Yewangoe.
Yang lebih memprihatinkan, di tengah-tengah konflik, dan ketidakadilan yang dialami kaum minoritas, negara seakan-akan tidak berdaya. ”Terjadi pembiaran oleh negara. Ini tentu menjadi keprihatinan bersama,” tambahnya.
Namun di hari Paskah ini, hendaknya menjadi momentum, dan makna untuk lebih tekun dan kuat meyakini kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus, serta menyadari kondisi sekarang ini sebagai momentum gereja untuk bangkit, dan lebih giat lagi tumbuh. (abm)
