MANADO – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara (Sulut) minta Pertamina jangan dulu mengurangi minyak tanah yang dipasok ke masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru.
“Harus diakui masyarakat pengguna minyak tanah masih cukup banyak, karena itu menjelang hari besar agama bahan bakar minyak tanah ini supaya tetap tersedia,” kata Ketua YLKI Sulut, Aldy Lumingkewas, Kamis (27/10).
Aldy mengatakan, berkurangnya minyak tanah di pasaran akan berdampak buruk, sebab selain penggunaan elpiji masih kurang maksimal, juga masih cukup banyak warga yang belum menerima peralatan konversi tersebut.
“Saat ini saja sudah mulai terlihat dampak negatif dari kebijakan pembatasan minyak tanah oleh Pertamina, dimana warga mengantre membeli di lokasi pangkalan minyak tanah,”kata Aldy.
Aldy mengakui, sosialisasi penggunaan peralatan elpiji jangan putus di tengah jalan, tetapi harus terus dilakukan, sehingga masyarakat menjadi paham benar bagaimana menggunakan kompor elpiji dengan aman.
“Pemberitaan yang dibesar-besarkan bila terjadi kebakaran disebabkan elpiji, menjadi salah satu penyebab sehingga masyarakat belum optimal gunakan bahan bakar pengganti minyak tanah tersebut, elpiji” kata Aldy.(niel)
