
MANADO – Aksi pengrusakan baliho milik masing-masing peserta calon kepala daerah di Sulawesi Utara makin parah. Aksi saling balas merusak terus saja terjadi. Akibatnya masing masing kubu mulai melakukan penjagaan terhadap baliho mereka itu.
Bahkan penjagaan terkesan ‘sangar’ karena mereka melengkapi diri dengan benda benda tertentu yang sewaktu waktu dapat mengancam orang lain. Menurut laporan warga, modus pengrusakan dilakukan malam atau dini hari.
Baliho dirobek dengan senjata tajam kemudian kadang disertai dengan tulisan mengejek. Kepala Badan Kesbang Linmas Provinsi Sulawesi Utara Arnold Poli mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama dengan instansi terkait akan segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.
Sejumlah pengamat mengatakan kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sumber ancaman bagi kelancaran pemilukada dalam waktu dekat ini. (joly)
