
Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan persiapan Sulut sebagai tuan rumah Pacific Partnership dengan mengadakan rapat bersama Comander Pacific Partnership US NAVI serta tim kehormatan Comander Pacific Partnership yang dipimpin langsung oleh Captain John Morgan, dari pihak Indonesia oleh Danlantamal Lanudsri Jory Koloay serta dari pihak Pemprov Sulut oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hoyke Makarawung.
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksaan iven bertaraf internasional yakni pacifik partnership yang akan digelar pada tanggal 31 Mei hingga 15 Juni. Rapat yang berlangsung di ruang WOC kantor Gubernur Sulut menurut Makarawung adalah untuk membahas kegiatan Pacifik Patnership sebagai bagian dari kegiatan kemanusiaan.
“Mudah-mudahan kegiatan Pacifik Patnership akan berlangsung dengan baik dan aman sebagaimana yang diharapkan oleh para panitia tadi, dimana mereka akan mengikuti ketentuan-ketentuan baik itu menyangkut pengangkutan logistik, menyangkut pelayanan kesehatan dan juga menyangkut karantina, imigrasi dan kesehatan juga koordinasi pusat dan daerah tetap akan kita bangun terutama dengan Mabes TNI,” ujar Makarawung.
Lebih lanjut ia mengatakan “kita akan melibatkan beberapa instansi terkait agar supaya kegiatan ini akan berlangsung secara baik. Karna kita merasa Sulawesi Utara menjadi ikon bagaimana kerukunan antar umat beragama ini, dapat terjalin sehinggah perwujudan dalam pembangunan ekonomi kemasyarakatan dan juga kegiatan pembangunan-pembangunan lain dapat dirasakan lewat dukungan semua pihak.”
Dengan diadakannya kegiatan tersebut ini berarti United States Naval Hospital Ship (USNS) atau kapal RS Amerika Serikat bakal singgah di sejumlah daerah di Sulawesi Utara untuk pertama kalinya guna mendukung latihan bersama pemberian bantuan bencana alam dan pembangunan fasilitas kesehatan
“Kita berharap dengan dukungan ini juga jumlah pariwisata akan terangkat termasuk bagaimana mereka melihat dengan jumlah 1.050 orang dari luar negeri itu akan memberi informasi kenegaranya tentang Sulut,” kata Makarawung. (jrp)

@Orangkampung: dapa lia so susah noh, sob. Bagitu noh kalo org so nda ada empedu
Sahabatku Ody, bagimana torang mo kase stop tu iven semacam ini..Dapa lia wakil rakyat di Sario so terpasung komando komando dari Bumi Beringin…Cilaka kalo so bagini…
@Orangkampung: Sangat seettuuujjuuuuuuuuuuu….
Boleh do kase tahu akang pa Pemprop, kase berenti jo tu beking beking iven internasiona. Berapa jo tu doi APBD terkuras ..Torang orang kampung so setengah mati cari doi bayar bayar tu pajak..Termlambat jo bayar tu PBB, kurang kase kase bataria di corong lodspeker, kase kase pidato di orang mati..Kasiang hidop tambah susah, dorang senang senang kassana kamari..apa so tu guna iven internasional for torang di Sulut…Nyanda ada..Beking rugi jo..Daerah laeng berani tolak iven karena dia pe Pemerentah lebeh perhatikan tu rakyat..Setuju to….