MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mentargetkan dua persen angka kematian bayi dari setiap 1.000 bayi yang lahir. “Ini target kami lima tahun depan. Kami akan tekan sampai dua persen atau sekitar 20 orang dalam setiap kelahiran 1.000 bayi,” ujar Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Siswa R Mokodongan, usai Rapat Koordinasi Keserasian Kebijakan Peningkatan Kwalitas Anak dan Perempuan dan Keluarga Berencana di kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (5/10).
Selain angka kematian bayi, kata Rachmat, Pemprov Sulut juga memberi perhatian pada angka kematian ibu saat melahirkan. Menurutnya, dari 100.000 ibu melahirkan, 140 di antaranya mengalami kematian.
“Pada lima tahun ini, kami akan berupaya menekannya hingga 115 hingga 120 angka kematian ibu saat melahirkan,” kata Rachmat.
Karena itu, kata dia, untuk menekan angka kematian bayi dan kematian ibu, erat kaitannya dengan perlakuan pada saat proses melahirkan, diantaranya kesiapan asupan gizi serta kesehatan ibu pada saat menjalani masa kehamilan.
“Hal ini perlu diperhatikan. Kesehatan ibu harus diperhatikan pada saat menjalani proses kehamilan. Bagaimana asupan gizinya, bagaimana pola pemeriksaannya serta bagaimana penanganannya pada saat akan melahirkan,” ujarnya.
Dia mengatakan sebisa mungkin ibu-ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi yang dikandung ke pos pelayanan terpadu atau Puskesmas.
Karena itu, harap Rachmat, rapat koordinasi yang memertemukan semua “stakeholder” terkait dengan kesetaraan gender, kesehatan ibu dan kesehatan anak sama-sama merumuskan program solutif, populer dan berkelanjutan.(don)
