BITUNG — Pemkot Bitung dituding mengabaikan pendidikan di Pulau Lembeh. Terbukti, selama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA dan SMP digelar, tidak ada satupun pejabat Pemkot yang bertandang ke salah satu sekolah di pulau tersebut untuk membuka naskah soal.
“Ini membutikan jika Pulau Lembeh boleh dikatakan masih dianaktirikan, bukan hanya dalam sektor pembangunan tapi juga dalam dunia pendidikan dan itu terlihat selama pelaksaan UN yang tidak ada satupun pejabat yang berkunjung ke pulau tersebut,” kata salah satu dedengkot LSM Lembeh Bersatu, Muzakhir Boven.
Boven sendiri mengaku, selama ini Pulau Lembeh selalu dijadikan ajang untuk melakukan loby bantuan kepada Pemprov dan pemerintah pusat. Namun kenyataannya perhatian dari pemerintah, dalam hal ini Pemkot Bitung boleh dikatakan sangat minim.
“Bagaimana menyetarakan masyarakat Lembeh dengan wilayah kota Bitung lainnya jika selalu dilupakan, padahal sejumlah pejabat begitu fasih berbicara tentang pembangunan pulau tersebut, namun sayang tidak dibarengi dengan tindakan,” tambah Boven.
Apa yang dikatakan oleh Boven, juga didukung oleh salah-satu anggota DPRD Kota Bitung, Vicktor Tatanude yang mengaku sangat menyayangkan sikap Pemkot Bitung yang tidak mengutus satupun pejabatnya ke Pulau Lembeh untuk membuka naskah UN.
“Harusnya Pemkot Bitung bisa bersikap adil, jangan hanya sekolah-sekolah yang ada di daratan yang menjadi perhatian, sedangkan sekolah yang ada di Pulau Lembeh, tidak,” tutur Tatanude.
Lebih lanjut Tatanude mengatakan, bukan hanya Pulau Lembeh yang dilupakan Pemkot Bitung dalam pelaksanaan UN, namun DPRD Kota Bitung juga. Terbukti dengan pelaksaan UN yang tidak melibatkan para anggota DPRD untuk ikut melakukan pemantauan atau pembukaan naskah UN.
“Harusnya kami juga mendapat undangan untuk hadir menyaksikan pelaksanaan UN, tapi kenyataannya DPRD tidak dilibatkan sama sekali dan ini sebagai bukti jika kinerja sejumlah pejabat Pemkot Bitung mulai dipertanyakan,” tukasnya. (en)
