Hukum dan Kriminalitas

Pemkab Sitaro Gagal Awasi BBM Bersubsidi

MANADO – Masyarakat Sitaro mengkritik kinerja pemerintah daerah terkait lemahnya pengawasan peredaran BBM bersubsidi utamanya jenis premium. Meski di APMS (sejenis SPBU, resmi dari Pertamina) premium kehabisan, nyatanya masih banyak pada pedagang eceran. Alhasil, harga premium sejak kemarin hingga hari ini telah mencapai Rp 17 ribu per liter.

“Hari ini harga bensin (premium red) sudah 17 ribu rupiah. Trennya terus naik, kalau di APMS terus kosong, pasti di eceran bisa sampai 30 ribu, sama dengan akhir tahun lalu,” ujar Kenry dan Tonny, warga Siau, kepada beritamanado, Rabu (25/05) siang.

Banyaknya BBM bersubsidi ditangan pedagang eceran menandakan pemerintah dan aparat kepolisian tidak menjalankan tugas pengawasan dengan baik, bahkan diduga ikut bermain.

ADVERTISEMENT

Hal ini tak dibantah Kristanto, perwakilan PT Pertamina saat hearing dengan Komisi III DPRD Sulut, beberapa waktu lalu. Menurutnya, sesuai undang-undang migas, Pertamina sebagai penyalur BBM, perihal pengawasan hanya bertanggung-jawab sampai ke SPBU.

“Setelah dari SPBU menjadi tanggungjawab pemerintah terutama aparat kepolisian. Jadi, soal pedagang eceran atau penimbun yang ambil di SPBU menjadi tanggungjawab aparat,” tegas Kristanto. (jry)