TAHUNA – Dinas Pertanian dan Kehutanan Sangihe fokus pada pengembangan tanaman pangan, seperti padi, jagung, tomat dan sayuran, serta tanaman tradisional lainnya. Hal ini juga dimaksudkan untuk mensinergiskan dengan program andalan Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada tahun 2010.
“Progaram ini merupakan penjabaran dari program Kementrian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal serta melihat kondisi wilayah Sangihe. Dimana lokasi pertaniannya berada di dataran tinggi, sehingga cocok untuk mengembangkan tanaman pangan. Maka saya memerintahkan Dinas Pertanian untuk fokus mengembangkan program ini dengan melibatkan penyuluh pertanian, untuk mengubah pola pikir dan cara bercocok tanam petani tradisional menjadi petani moderen, sehingga secara otomatis mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menunjang program Ketahanan Pangan serta menekan angka kemiskinan di Sangihe,” ujar Bupati Sangihe, Drs Winsulangi Salindeho, di sela-sela acara Musrembang di Pendpo Rudis, belum lama ini.
Keberhasilan pengembangan tanaman pangan dibuktikan adanya panen bersama di beberapa wilayah pengembangan seperti panen padi, jagung dan tomat di Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, dan Beha, Kecamatan Tabukan Utara, serta Kecamatan Tamako.
Begitu juga dengan sayuran yang sudah berhasil dikembangkan di dataran tinggi diantaranya, sayur sawi, kol, wortel, yang terdapat di Desa Pindang, Kecamatan Manganitu Selatan, Lenganeng, Pusunge, Kecamatan Tabukan Utara, dengan luas wilayah pengembangan sekitar 50 hektar yang dilakukan secara bertahap.
”Kami dari dinas yang menangani langsung program ini memiliki tekat untuk terus melakukan pengembangan tanaman pangan bekerjasama dengan para penyuluh dan petani, agar pada tahun 2011 nanti kami sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sangihe, sehingga sudah tidak lagi ketergantungan dengan bahan pangan yang selama ini di pasok dari daerah lain, ” ujar Ir Barto Lino, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sangihe yang saat itu didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Yatris Tiala SP, sambil berharap untuk kedepan para petani untuk lebih giat dan proaktif dalam pengembangan tanaman pagan ini, karena pada tahun 2011 adanya fasilitas penunjang seperti jalan produksi dan jalan usaha tani yang pekerjaan fisiknya beberapa bulan kedepan. (gun)
