MANADO – Ini baru menarik. Sumber yang enggan namanya ditulis menyebutkan, guna menjaga jangan sampai ada demo saat pemilihan rektor (Pilrek) Unsrat, dan pengerahan terhadap mahasiswa dari salah satu kelompok yang bersaing di Pilrek, maka kabarnya ada skenario, Pilrek Unsrat akan dilakukan saat tak ada perkuliahan lagi.
Informasi lain yang diperoleh beritamanado.com, Minggu (12/2), semua staf, dosen maupun mahasiswa di Unsrat saat ini tak bebas lagi membicarakan berbagai persoalan di Unsrat, apalagi membicarakan Pilrek dan mengambil posisi berlawanan dengan ”rezim” berkuasa. ”Pokoknya sapapun yang bicara mengenai Unsrat, dan berlawanan dengan kelompok Rektor akan terpojok, ”ujar Clara, salah seorang mahasiswa di Unsrat yang meminta identitas lengkapnya disimpan.
Sementara itu, Jerry Erungan, Wakil Sekretaris PAC GAMKI Wenang, mengatakan, masyarakat di Sulut hanya berharap konflik di Unsrat secepatnya tuntas. Karena ini akan mempengaruhi berbagai program berjalan di Unsrat, termasuk proses belajar mengajar. ”Intinya saya kira jangan lagi memainkan politik praktis yang begitu vulgar, dan seakan-akan menghilangkan nilai-nilai akademis, ”ujarnya.(del)
