Politik dan Pemerintahan

Pagar Nusantara; Pemilu Adu Gagasan atau Serang Pribadi Lawan

Pagar Nusantara; Pemilu Adu Gagasan atau Serang Pribadi Lawan
Ketua Umum Pagar Nusantara, Melki Suawah

Manado, BeritaManado.com — Pada perhelatan Pemilu 2024 ini selalu didengungkan Pemilu yang penuh dengan gagasan dan program unggulan untuk Indonesia yang lebih baik.

Namun apa yang terjadi pada perhelatan Debat Calon Presiden? Jauh panggang dari api.

Hal itu yang diserukan oleh relawan Prabowo Gibran Nusantara (Pagar Nusantara) lewat Ketua Umumnya Melki Suawah, Rabu (10/1/2024).

Melki menyebut, jutaan masyarakat Indonesia disuguhi ketidakteladanan para calon pemimpin negeri ini, seperti merendahkan prestasi dan pengorbanan seseorang untuk Bangsa Indonesia.

Bahkan seperti tidak ada hal baik yang dilakukan untuk negeri ini.

Padahal kata Melki, pemimpin harusnya mampu menunjukkan rasa empati kepada orang lain, sekalipun itu lawan debat atau rival dalam kontestasi Pilpres.

“Indonesia ini bukan negara gagah-gagahan, tapi negara yang menjunjung tinggi sikap perikemanusiaan dan kemanusiaan yang beradab seperti yang tertuang dalam Pancasila,” ujar Melki kepada BeritaManado.com.

Beradab adalah berbudaya, sopan santun, saling menghargai dan tenggang rasa serta tidak merendahkan.

Hal yang dinilai oleh kebanyakan masyarakat Indonesia bukanlah karena kepintaran, akan tetapi karena kebijaksanaan dan budi pekerti.

Orang yang bijaksana, tahu harus berkata apa dan berbuat apa yang terbaik.

Melki mengungkapkan, Prabowo Subianto telah mampu menunjukkan sikap bijaksana itu dengan tidak mau merendahkan lawan debatnya dan juga menyerang pribadi lawan debatnya.

“Sangatlah konsisten Prabowo Subianto dengan pidato-pidatonya selama ini yang selalu bilang, biar saya dihina, diejek, dijelekin senyumin aja.
Tidak ada sakit hati, sakit hati itu apa? Tidak ada sakit hati pada diri Prabowo Subianto,” kata Melki.

Pagar Nusantara dalam hal ini menilai, Prabowo telah menunjukkan sikap cinta Tanah Air dengan tidak terpancing untuk membeberkan data pertahanan Indonesia.

“Prabowo mengorbankan harga dirinya untuk dihina demi menjaga martabat Bangsa Indonesia,” tegas Melki.

Pagar Nusantara juga mengamati jalannya debat, bahwa Prabowo-lah yang tetap konsisten terhadap visi misinya tanpa menyindir dan merendahkan lawan debatnya.

“Prabowo memang tidak unggul dalam hal serang menyerang, tapi Prabowo telah unggul dalam mendapatkan hati masyarakat Indonesia,” tutup Melki.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara