Kota Bitung

Orangtua Berpisah, Ria Lari dari Rumah

Orangtua Berpisah, Ria Lari dari Rumah
Korban Keratakan Orang Tua Ditangani LSM Puspikta (foto beritamanado)

BITUNG — Empat hari sudah MR alias Ria pergi meninggalkan rumahnya di Palu Sulawesi Tengah, dan hidup menumpang di rumah temannya di Kaima Minahasa Utara. Gadis belia yang baru berusia 16 tahun ini, bukan tanpa alasan meninggalkan tempat dirinya dibesarkan, namun karena alasan kedua orang tuanya berpisah menjadi pemicu mengemasi barang-barangnya dan memilih untuk tinggal bersama temannya yang masih tercatat sebagai salah-satu siswi di kota Bitung.

“Papa dan mama sudah berpisah, dan itu saya tidak bisa terima. Ditambah lagi mama sudah memiliki pacar baru dan mengajak serumah dengan kami, dan saya dipaksa untuk menerima itu semua,” kata Ria, Rabu (20/04), sambil menangis dalam pelukan Ketua LSM Puspikta Kota Bitung, Merry Supit.

Tak hanya itu, yang membuatnya lebih frustasi ketika kekasih hatinya meninggal dunia sehingga dirinya tidak tahu harus bersandar dan melampiaskan kisah hidupnya. Akhirnya ia memilih untuk lari dan menuju wilayah Sulut dengan tujuan ingin mengadu nasib mencari pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Namun sayang, belum sempat dirinya mewujudkan impian mendapatkan pekerjaan, dirinya harus diamankan Polres Bitung karena kedapatan berpesta minuman keras (miras) bersama 29 siswa SMA/SMK Kota Bitung di Pantai Millenium Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Bitung.

“Saya hanya diajak teman untuk ikut, dan tidak tahu sama sekali akan ada pesta miras,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Supit, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap Ria, dengan tujuan anak tersebut tidak salah jalan yang berujung pada hal-hal negatif yang bakal menghancurkan impian dan masa depannya.

“Inilah akibat dari sebuah rumah-tangga yang mengorbankan anak-anak, dan kami akan terus mendampinginya,” janji Supit. (en)