Minut

Nasib Buruh Tani Kopra Minut Memprihatinkan

Airmadidi – Meskipun dikenal sebagai daerah lumbung kelapa, namun hingga saat ini nasib buruh tani kopra di Kabupaten Minahasa Utara terbilang masih memprihatinkan.

Padahal, kelapa merupakan salah satu komoditi unggulan yang dapat memberikan kesejahteraan jika dikelolah dengan baik.

Lahang (49), salah satu buruh tani kopra di Minut mengaku penghasilan sebagai buruh tani kopra tidak seberapa.

ADVERTISEMENT

Sejak enam tahun terakhir, ia mengumpulkan dua ribu buah kelapa per minggu dan dihargai upah sebesar Rp250-300 ribu per minggu.

“Ini sudah menjadi pekerjaan utama saya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar ayah lima anak ini, Senin (5/10/2015).

Hal yang sama juga disampaikan Noldi, petani kopra lainnya. Menurut Noldi, rata-rata petani kopra di Minut kini memiliki pendapatan sebesar Rp300 ribu per minggu.

“Hasil ini tentu masih jauh dari kebutuhan hidup layak sehingga harus pintar-pintar mengatur kebutuhan dengan keuangan,” kata Noldi seraya meminta agar kedepan pemerintah dapat memperhatinkan nasib buruh tani kopra. (Finda Muhtar)