Tondano – Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan tanaman pangan, palawija, dan holtikultura, tak ada cara lain yang bisa dilakukan, selain menjadikan daerah-daerah tertentu sebagai sentra atau pusat pengembangan pertanian.
Di Minahasa sendiri sejauh ini, baru padi, ubi jalar, dan jagung yang terlihat menonjol jumlah produksinya. Itupun belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.
Imbas dari belum bisa terpenuhinya kebutuhan konsumsi lokal adalah dilakukannya impor beberapa komoditi pertanian dari luar daerah. Meski sudah cukup maksimal pemerintah mendorong produksi pertanian, namun diakui Kepala Dinas Pertanian Minahasa Ir Verly Mambu hal itu masih harus terus ditingatkan.
Untuk hal ini, pemerintah tetap mengharapkan peran serta masyarakat, terutama dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah. “Jika seluruh pekarangan rumah warga Minahasa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman palawija dan holtiultura, itu akan sedikit mengurangi beban impor dari luar daerah. Dengan demikian dari segi harga pasar tentu akan lebih terjangkau,” katanya.(ang)
