Minahasa

Minahasa Bakal Mainkan Perang Strategi

Tondano – Suasana jelang pemilihan presiden dan wakil presiden di Minahasa tidak seperti di Jawan dan sekitarnya. Jika di wilayah berpenduduk terbanyak di Indonesia itu sanyat terlihat persaingannya, maka tidak demikian dengan sebagian besar wilayah Sulawesi Utara termasuk di dalamnya Minahasa. Para politisi Tanah Toar Lumimuut sepertinya bakal memainkan perang strategi.

Dikatakan demikian karena sangat sedikit adu argument soal kedua pasang capres dan cawapres di daerah Minahasa. Kalaupun ada itu hanya mengutip dari apa yang tersiar di media massa nasional. Namun yang paling memungkinkan terjadi adalah adu strategi dan taktik untuk merebut suara rakyat tentu dengan cara yang sudah dipersiapkan Partai Politik pendukung masing-masing calon.

Ketua Partai Gerindra Minahasa Man Rambitan kepada BeritaManado, Kamis (29/5/2014) mengatakan, bahwa pihaknya hanya akan menindaklanjuti keputusan pengurus DPP Terkait upaya pemenangan di Minahasa. Demikian juga dengan kubu PDIP. Melalui Sekrepatris PDIP Minahasa Dharma Palar, bahwa seluruh kader yang ada tidak akan bergerak diluar keputusan DPP.

“Untuk Minahasa kami siap dengan strategi yang ditetapkan DPP. Pengurus partai di daerah tidak mengeluarkan kebijakan yang berlawanan atau tidak sesuai dengan keputusan DPP. Itu sangat beresiko. Maka dari itu kami hanya menunggu mandat dari pengurus pusat. Apa yang ditugaskan, maka itulah yang akan dilaksanakan. Seperti apa strateginya, kita lihat saja nanti tanggal mainnya,” ungkap keduanya.

Seperti diketahui, bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung pada Pilpres yang akan digelar 9 Juli 2014 mendatang hanya terdiri daro dua pasang. Pertama adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo-Hatta diusung Partai Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PBB. Sedangkan Jokowi-JK digaokan PDIP, PKPI, PKB, NasDem. (frangkiwullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara