MANADO – Kemacetan saat ini menjadi wajah baru kota Manado. Konsep akan dijadikan Manado sebagai kota yang menyenangkan malahan berbalik arah alias menjadi kota yang membosankan. Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya penerapan one way trafic (OWT).
Namun sangat disayangkan kebijakan satu arah yang seharusnya sebuah solusi atas kemacetan kota, malah ternyata banyak yang menilai hanya menjadi penambah kemacetan.
Belum lama ini beritamanado mencoba melakukan wawancara dengan pengguna transportasi, baik kendaraan pribadi roda empat, dua, dan pengguna angkutan umum.
Sebagian besar melihat bahwa penerapan satu arah ini malah menimbulkan masalah. Semisal, Fanny, Angky, Ody dan Iin ketika ditanyai beritamanado terkai kemacetan di Manado.
Fanny yang kesehariannya sebagai mahasiswa Unsrat melihat bahwa “memang kalau untuk mengatasi kemacetan salah satu solusinya yaitu satu arah. Namun untuk Manado kayaknya belum bisa sebab infrastruktur belum mendukung,” katanya.
Berbeda dengan Fanny, Frangky yang merupakan penguna transportasi umum melihat bahwa “kebijakan ini telah sesuai. Tinggal bagaimana ketegasan dari kebijakan yang dibuat. Misalnya kalau satu arah tidak ada yang parkir di sepanjang jalan, setiap bidang usaha harus mempunyai lahan parkir.
“Kalau kita lihat banyak rumah makan misalnya yang pengunjungnya hanya sembarangan parkir, itulah penyebab-penyebab kemacetan,” tukasnya sembari berharap agar pemerintah bisa memperhatikan hal ini.
Pakar transpotasi Lucya Lefrand ST.MT yang juga sebagai dosen di Fakultas Teknik Unsrat ini melihat bahwa satu hal yang pemerintah tidak konsisten dengan jalur satu arah, yaitu jalan-jalan penghubung yang bisa menghubungkan jalur satu dengan yang lain hanyalah lorong-lorong kecil.
“Pemkot menerapkan jalur ini sudah setahun, namun sampai saat ini jalan-jalan
penghubung belum juga terealisasi. Yang saat ini digunakan sebagai jalan penghubung hanyalah lorong-lorong kecil,” katanya.
Lebih lanjut masih kata Lefradt bahwa, lebih para lagi kalau misalnya masyarakat di setiap lorong berparadigma lorong itu bukan jalan penghubung. “Kalau ini yang terjadi maka sudah pasti Manado macet sebab semua kendaraan bertumpuk pada dua titik jalan utama Manado yakni Boulevard dan Samratulangi. (gn)
