Kota Manado

Kunker Komisi II DPR RI, Wali Kota Lumentut Curhat Bantuan Bencana Yang ‘Nihil’

Kunker MPR Komisi II di Pemko MAnado

Manado – Dalam rangka reses masa persidangan 1 tahun sidang 2014-2015. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Repiblik Indonesia (DPR-RI) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kota Manado yang adalah Ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada, Selasa (16/12/2014) siang tadi.

Kunker itu sendiri digelar di Ruang Rapat Toar Lumimuut (Tolu) Kantor Walikota Manado. Kunker Komisi II DPR-RI yang di pimpin oleh Ketua Tim, H Mustafa Kamal sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini, diterima langsung oleh Walikota Manado DR. Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) didampingi Wakil Walikota. DR Harley AB Mangindaan.

ADVERTISEMENT

Walikota Manado GS Vicky Lumentut, usai mengucapkan selamat datang serta rasa terima kasihnya, karena Kota Manado bisa dikunjungi langsung oleh Komisi II DPR-RI. Walikota juga memaparkan ke 8 Program Pro Rakyat (Pemerintah Kota) Pemkot Manado, yang menjadi janji poltik Pasangan GSVL-Ai pada suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado Tahun 2010 lalu, kepada rombongan Komisi II DPR-RI.

Dalam Kunker itu Walikota menjelaskan terkait 8 Program tersebut diantaranya. Meningkatkan upah Kepala Lingkungan yang hingga sekarang sudah menjadi Rp 2,25 juta perbulan, Universal Coverage (UC) pengobatan gratis bagi warga Manado, Santunan Duka bagi warga yang meninggal Dunia sebesar Rp 2,5 Juta, Meningkatkan honor petugas kebersihan menjadi Rp 2 juta perbulan, Memberikan insetif bagi para Rohaniawan serta yang lainnya yang saat ini telah di realisasikan semua olah Walikota GSVL.
“ Ke-8 Program itu adalah janji kami pada saat mencalonkan diri sebagai Walikota dan Wakil Walikota pada Tahun 2010 lalu, setelah terpilih menjadi Pemimpin Kota ini kami langsung merumuskan dengan DPRD Kota Manado tentang Visi dan Misi Kota Manado, walaupun kedengarannya sederhana namun tidak semudah itu untuk direalisasi menjadikan Kota aman dean nyaman,”ujar Walikota Lumentut.
Selain memaparkan Program-Program Pemkot Walikota juga memperkenalkan produk unggulan Pemkot Manado saat ini yakni, Kaeng Manado yang menonjolkan kerukunan antar umat beragama dan icon Kota Manado berupa ikan Coelacanth. Setelah itu Walikota Lumentut mengemukakan di depan para rombongan Komisi II DPR-RI terkait bantuan bencana Banjir Bandang yang menerjang kota Manado pada 15 Januari 2014 lalu, yang hingga saat ini belum juga tiba alias masih nihil belum terealisasikan oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB Pusat.

Sehingga yang menjadi korban adalah Pemkot Manado yang dituding masyarakat pembohong , itu dikarenakan bantuan bencana dari pusat belum diturunkan. Dikatakan Lumentut, pihaknya telah berkali-kali melakukan rapat bersama dengan Pemerintah Pusat baik di Manado di Kementrian pernah juga katanya di Bogor, dan dari hasil kesepakatan rusak berat dan sedang menjadi wewenang Pemerintah pusat dan untuk rusak ringan adalah wewenang Pemerintah Daerah sendiri.

“Pernah kami sampaikan kalau akan mengajak perwakilan dari warga yang tertimpah bencana untuk demo di Pusat, masakan Cuma Pemkot Manado yang terus didemo warga terkait belum diturunkannya dari pusat bantuan bencana.Mudah-mudahan dengan terjadinya bencana alam tanah longsor di Banjarnegara Jateng, semoga bencana banjir bandang Manado 15 Januari lalu tak dilupakan pihak pemerintah pusat,”ujar Lumentut seraya menambahkan semoga komisi II DPR-RI walaupun bukan bidangnya bisa menyampaikan ini untuk dibahas dengan Pemerintah pusat, sehingga bantuan bencana untuk Kota Manado bisa diturunkan.

Diketahui dalam rombongan Komisi II DPR-RI didalamnya adalah mantan-mantan Gubernur serta Bupati, Walikota di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia, bahkan mantan Menteri seperti, E.E Mangindaan, turut hadir dalam Kunker itu seluruh SKPD, Dinas,Badan jajaran Pemkot Manado. (medco)