“Terima kasih atas bantuan air bersihnya. Kami sudah 2-3 hari tidak mandi. Air di sini macet sama sekali,” ujar Rachman seorang mahasiswa.

Para mahasiswa pun menyediakan penampungan seperti galon, ember, loyang dan sebagainya untuk dipakai menampung air bersih.
“Semoga bermanfaat ya. Hanya berupa air bersih yang bisa kami berikan,” kata Roosje Kalangi, Ketua Kelompok Lansia Sinode GMIM.
Saat penyaluran bantuan tersebut, ada kejadian unik waktu truck air bersih dari Warembungan melewati terowongan ring road Manado, di mana ada polisi menghadang truck.
Truck yang sudah agak jauh dari terowongan dikejar Polisi Jalan Raya (PJR).
Sopir pun kaget karena dikejar dan dihadang polisi.
“Kita salah apa komandan,” tanya Boy sang sopir truck air bersih.
Ternyata, polisi tersebut hendak meminta truck air bersih untuk kembali ke terowongan dan menegaskan bahwa hal tersebut adalah perintah komandan.
Dalam kondisi masih bingung dan kaget, Boy kemudian menelpon Roosje Kalangi yang beriringan di depan truck.
Roosje berhenti dan mendekati sang PJR lalu menelepon sang pimpinan.
Saat itulah ketahuan bahwa ternyata Kepala Satuan PJR Polda Sulawesi Utara Kompol Djafar bermaksud baik, yaitu ingin membersihkan jalan ring road yang penuh lumpur.
Djafar yang juga kenalan Roosje mau meminta tolong agar sebagian air di dalam truck disiramkan di jalan supaya bersih.
Roosje dan sopir truck air pun balik arah ke terowongan.
Alhasil, sebagian air bersih di dalam tangki air bermuatan 6000 liter, disiramkan ke jalan raya.
Komandan PJR Polda Sulut Kompol Djafar salut dan berterima kasih atas kerelaan ini.
“Salut dan terimakasih untuk ibu Roosje Kalangi,” ujar Djafar.
Ketika hujan deras menyiram kota Manado pekan lalu, salah satu yang terdampak adalah kawasan terowongan di Manado Outer Ring Road.
Terjadi longsor di kawasan ini dan anehnya, kendati longsor sudah beberapa hari, jalanan di ring road masih saja berlumpur.
