Agama dan Pendidikan

KKN Ilmu Ekonomi UNIMA 2025 Gelorakan Anti-Bullying dan Literasi Keuangan Dini

KKN Ilmu Ekonomi UNIMA 2025 Gelorakan Anti-Bullying dan Literasi Keuangan Dini

Kegiatan program edukasi Mahasiswa KKN Unima tahun 2025

Sonder, BeritaManado.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang I Tahun 2025 dari Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Manado (UNIMA), sukses menggelar program edukasi vital di dua sekolah di Kabupaten Minahasa.

Inisiatif ini berfokus pada sosialisasi anti-bullying di SD Advent Tincep dan literasi keuangan dini di SMP Negeri 2 Sonder menunjukkan komitmen nyata dalam pembentukan karakter dan kecerdasan finansial generasi muda.

ADVERTISEMENT

Kegiatan diawali di SD Advent Tincep, dimana tim KKN Ilmu Ekonomi UNIMA secara interaktif menyampaikan materi tentang pencegahan bullying.

Melalui sesi diskusi dan permainan edukatif, para siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk bullying, dampaknya, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Fokus utama adalah menumbuhkan empati dan keberanian untuk saling melindungi di kalangan siswa.

Selanjutnya di SMP Negeri 2 Sonder, mahasiswa KKN membekali siswa dengan pemahaman dasar literasi keuangan.

Materi yang disampaikan mencakup konsep menabung, mengelola pengeluaran serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Pendekatan yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari diharapkan mampu menanamkan kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

“Program KKN ini adalah wujud nyata pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter anak-anak dan membekali mereka dengan pengetahuan penting untuk masa depan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.

Inisiatif KKN Ilmu Ekonomi UNIMA ini mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat.

Ini juga menandai kontribusi positif universitas dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan melek finansial.

Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan siswa di Minahasa.

(***/Frangki Wullur)