
Manado – Gubernur Sulut DR SH Sarundajang telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sektor. Sulut dijadikan sebagai destinasi pariwisata di Indonesia dan siap menjadi pesaing Pulau Dewata Bali dan Yogyakarta. Namun Plt Kadis Pariwisata Meiske Siwi didepan Pansus RTRW DPRD Sulut menjelaskan visi pariwisata masih berada pada ikon wisata di 15 kabupaten dan kota.
“Jadi objek pariwisata yang menjadi ikon dari kabupaten dan kota masih menjadi fokus kami pada RTRW bidang pariwisata,” tutur Siwi.
Ikon wisata yang dimaksud diantaranya Bunaken di Kota Manado, Danau Tondano di Minahasa, agrowisata Modoinding di Minsel, Danau Moat di Boltim, Pantai Lakban di Mitra, Waruga di Sawangan Minut, Pulau Bongkil di Bolmut, Pulau Biga di Bolmong, Makam Raja di Kotamobagu, Monumen Trikora di Bitung, Pulau Intata di Talaud, gunung bawah laut di Sangihe dan Pulau Mangoro di Sitaro.
Namun Ketua Pansus RTRW Tonny Kaunang mengkritisi konsep pariwisata Pemprov Sulut yang masih mengandalkan ikon wisata di kabupaten dan kota. Bahkan mengharapkan pola pikir stake holder di bidang pariwisata terutama pihak pemerintah untuk lebih kreatif mengolah dan membangun objek wisata baru.
“Harus ada perubahan pola pikir, jangan hanya berharap pada objek wisata yang sudah ada. Harus terbalik, yakni kita harus mampu menyediakan objek-objek wisata baru yang diinginkan para wisatawan terutama wisatawan asing,” tukas Kaunang.
Politisi Partai Golkar ini mencontohkan pariwisata di negara Hongkong yang berhasil membangun objek-objek wisata baru. “Di sana ada patung-patung yang baru 30 tahun terakhir. Kemudian dibuat sedemikian rupa sehingga sangat menarik wisatawan. Jadi, kita jangan hanya menjual ikon, tapi harus juga menjual sesuai yang diinginkan wisatawan,” ujarnya. (jerry)
