
MANADO – Kondisi Bandara Samratulangi yang dikelilingi perbukitan membuat Pemprov Sulut mencari lokasi lain sebagai alternatif pembangunan bandara. Gubernur Sulut DR SH Sarundajang beberapa waktu lalu menyatakan kemungkinan pembangunan bandara baru mengambil lokasi di Desa Rap-Rap dan Arakan, Kecamatan Tatapaan-Minahasa Selatan.
Namun Ketua Komisi C DPRD Sulut, Sherpa Manembu berpendapat lain. Menurutnya, lokasi eks pemukiman TNI AU di Desa Kalawiren, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, layak dipertimbangkan untuk dijadikan bandara.
“Lokasi ini dulunya juga bandara yang digunakan tentara Jepang. Letaknya strategis dan memenuhi syarat,” ujar politisi Partai Golkar ini kepada beritamanado, Sabtu (08/01).
Lanjut Manembu, untuk pembangunan bandara, pemerintah harus melakukan pengkajian matang dengan melibatkan para ahli, termasuk rencana lokasi di Kecamatan Tatapaan-Minsel.
