Kota Manado

Jelang PON Beladiri dan POPNAS, IPSI Sulut Gelar Seleksi Ketat untuk Cetak Atlet Berprestasi

Jelang PON Beladiri dan POPNAS, IPSI Sulut Gelar Seleksi Ketat untuk Cetak Atlet Berprestasi
Jelang PON Beladiri dan POPNAS, IPSI Sulut Gelar Seleksi Ketat untuk Cetak Atlet Berprestasi

Manado, BeritaManado.com – Semangat membara tampak di Hall B KONI Manado, Kamis (31/7/2025), saat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Utara menggelar seleksi resmi untuk menghadapi dua ajang bergengsi nasional, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri.

Sebanyak 30 atlet pencak silat terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulut hadir, siap membuktikan kemampuan mereka demi mendapatkan tiket menuju panggung olahraga terbesar di Tanah Air.

Joshua Sombang sebagai pengurus IPSI Sulut menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan objektif. 

ADVERTISEMENT

Dari puluhan atlet yang bertarung, hanya mereka yang meraih peringkat pertama dan kedua di masing-masing kelas yang akan direkomendasikan untuk membela nama Sulut.

“Para atlet yang lolos nantinya akan mewakili Sulawesi Utara di POPNAS yang akan digelar pada Oktober 2025 di Jakarta, dan di PON Beladiri pada November 2025 yang berlangsung di Kudus, Jawa Timur,” jelas Sombang.

Jelang PON Beladiri dan POPNAS, IPSI Sulut Gelar Seleksi Ketat untuk Cetak Atlet Berprestasi
digital scoring

Yang menarik, seleksi kali ini mengusung sistem penilaian modern dengan digital scoring. Hal ini disampaikan langsung oleh Yunike Tumengkol, ketua lembaga wasit juri yang berlisensi internasional yang memimpin jalannya pertandingan.

“Semua kelas dipertandingkan. Dengan digital scoring, proses penilaian menjadi lebih transparan, cepat, dan akurat, sehingga meminimalisir kesalahan atau bias,” ungkap Yunike.

Sistem ini memungkinkan poin dari setiap serangan, tangkisan, dan teknik yang dieksekusi atlet langsung tercatat secara real time, sehingga semua pihak, mulai dari pelatih, atlet, hingga penonton dapat melihat perkembangan skor saat pertandingan berlangsung.

Lebih lagi, seleksi ini bukan hanya mencari yang terbaik secara teknik, tetapi juga menguji mental tanding, stamina, dan sportivitas atlet. 

“Hal ini menjadi penting karena pada ajang seperti PON dan POPNAS, lawan yang dihadapi bukan hanya atlet daerah lain, melainkan juga juara-juara nasional bahkan calon atlet pelatnas,” tambah Yunike. 

Ia juga berharap, dengan persiapan matang sejak dini, kontingen pencak silat Sulut mampu menorehkan prestasi gemilang. 

“Kita ingin Sulut bukan sekadar ikut serta, tapi benar-benar bersaing di papan atas,” kuncinya.

(Jhonli Kaletuang)