
Editor: Sri Surya | Manado
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar terus memperkuat peran sosial perusahaan dengan menghadirkan edukasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi masyarakat Ring 1 di Kelurahan Tamalabba dan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.
Kegiatan ini digelar di Komplek Dewa Kembar TNI AL Koarmada VI.
Pelatihan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.
Sebanyak 37 peserta dari berbagai kelompok binaan Corporate Social Responsibility (CSR) turut ambil bagian, mulai dari kelompok Kampung Safety, Bank Sampah, hingga pelaku usaha komunitas lokal.
Kegiatan dipandu oleh tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE) IT Makassar, dengan dukungan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar sebagai narasumber.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang kebakaran, faktor penyebab, hingga teknik penanganan awal.
Sesi praktik menjadi bagian paling menarik, di mana para peserta berkesempatan langsung melakukan simulasi pemadaman api menggunakan metode sederhana maupun APAR.
Shift Supervisor I HSSE IT Makassar, Fajry Adi Rahman, menegaskan pentingnya keterampilan dasar penggunaan APAR dalam kehidupan sehari-hari.
“APAR merupakan alat yang banyak tersedia di berbagai fasilitas. Namun, pemanfaatannya sering kali belum optimal karena keterbatasan pemahaman. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat lebih siap dan sigap menghadapi kondisi darurat,” ujar Fajry.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah setempat. Ketua RW 1 Tamalabba, Syamsinar, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
Selain memperkuat aspek keselamatan, program ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan.
Melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi risiko kebakaran, Pertamina turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Program ini juga selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta tata kelola yang transparan dalam pelaksanaan program CSR.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa edukasi keselamatan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Pertamina mendorong masyarakat untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi risiko di lingkungan sekitarnya. Pelatihan seperti ini memperkuat pengetahuan praktis sekaligus membangun budaya keselamatan yang lebih luas di tengah masyarakat,” kata Lilik.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dengan fokus pada aspek keselamatan, lingkungan, dan keberlanjutan. (***)
