BITUNG — Sejumlah staf sekertariat DPRD Kota Bitung saat ini diliputi perasaan was-was. Pasalnya kini beredar isu, bagian sekertariat DPRD dalam waktu dekat ini akan mengalami rolling besar-besaran oleh pihak Pemkot Bitung.
Isu rolling besar-besaran ini sendiri diduga kuat karena imbas dari kritikan anggota DPRD Kota Bitung terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Bitung Hanny Sondakh tahun 2010 dalam Rapat Parupurna beberapa waktu lalu.
Pasalnya, pihak eksekutif menganggap staf yang ada di DPRD tidak memberikan bocoran soal kritikan yang akan disampaikan oleh pihak DPRD dalam Paripurna dan hal ini dianggap mempermalukan.
“Kalau memang alasan rolling hanya karena buntut LKPJ maka itu sangat tidak masuk akal dan melanggar aturan, karena apa yang disampaikan DPRD memang sesuai dengan kenyataan dan tidak ada hubungannya dengan kinerja staf sekertariat,” kata salah satu dedengkot LSM Lembeh Bersatu, Muzakhir Boven, Rabu (11/05).
Boven sendiri meminta Baperjakat bekerja profesional dalam melakukan rolling PNS dan harus benar-benar sesuai kajian yang berlaku. Jangan mutasi atau rolling dilakukan hanya karena masalah politik yang harus mengorbankan PNS yang jelas-jelas tidak ada kaitannya.
“Baperjakat harus tahu persis jika kritikan LKPJ yang disampaikan DPRD dalam Paripurna itu disusun oleh anggota DPRD, bukan staf sekretariat. Kalaupun mereka terlibat hanya sebatas membantu, dalam hal ini melakukan pengetikan tapi isi kritikan murni dari anggota DPRD, tidak ada sangkut pautnya dengan staf sekertariat,” jelas Boven.
Lebih lanjut Boven mengaku sangat menyayangkan ada sejumlah staf sekretariat yang saat ini sudah dimutasikan pasca LKPJ tersebut. Dan mutasi tersebut menurut Boven sangat mendadak serta tanpa alasan yang jelas dua orang staf sekretariat dipindahkan ke tempat lain. (en)
