Berita Utama

Dosa Lama Bakal Calon Gubernur Sulut Berseliweran di Sosmed! Etika Versus Keterbukaan

Dosa Lama Bakal Calon Gubernur Sulut Berseliweran di Sosmed! Etika Versus Keterbukaan
Ilustrasi: Saling serangan narasi negatif kepada bakal calon.

Manado, BeritaManado.com — Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Pilgub Sulut) 2024 makin mencekam setelah jejak digital para bakal calon gubernur Sulut berseliweran di sosial media.

Perang narasi pun kian tak terhindarkan di tengah keterbukaan informasi publik saat ini.

Dosa-dosa lama para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulut itu pun mondar, mandir di sosial media dan dijadikan sebagai senjata perang narasi untuk menjatuhkan bakal calon.

Terpantau BeritaManado.com bakal calon gubernur Elly Engelbert Lasut (E2L) dari partai Demokrat dan bakal calon gubernur Steven Kandouw dari PDIP paling mencuat dan menjadi sasaran perbincangan publik di grup-grup sosial media.

Tak hanya sampai pada dosa-dosa lama, perang narasi pun kekinian telah menyasar bakal calon gubernur Yulius Selvanus Komaling pasca pemecatan sejumlah kader partai Gerindra Sulut.

Sebut saja, dosa yang dimaksud meliputi tindakan, perilaku serta ucapan-ucapan para bakal calon yang dinilai menyakiti hati masyarakat.

Mungkin kah perang narasi dengan mengungkap dosa lama para bakal calon gubernur Sulut tersebut adalah bagian dari keterbukaan informasi publik, ataukah merupakan tanda-tanda kehancuran etika politik di Sulut?

Dikutip dari berbagai sumber terpercaya, etika politik dan keterbukaan informasi publik sesungguhnya adalah dua konsep yang saling melengkapi dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap masyarakat.

Meski begitu, terdapat beberapa perbedaan dan tantangan dalam menerapkan kedua prinsip ini secara bersamaan.

Etika politik mengacu pada seperangkat norma dan standar yang mengatur perilaku aktor politik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa tindakan politik dilakukan dengan integritas, kejujuran, dan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Prinsip Utama Etika Politik

  • Transparansi
    Aktor politik harus terbuka dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.
  • Akuntabilitas
    Bertanggung jawab atas semua tindakan dan kebijakan yang diambil.
  • Keadilan
    Bertindak adil tanpa memihak atau diskriminasi.
  • Integritas
    Menjaga kejujuran dan tidak terlibat dalam korupsi atau tindakan tidak etis lainnya.

Sementara, Keterbukaan informasi publik adalah prinsip yang memastikan bahwa informasi yang dimiliki oleh badan publik tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat.

Ini bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan memungkinkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.

Prinsip Utama Keterbukaan Informasi Publik

  • Hak Akses
    Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu.
  • Proaktif
    Badan publik harus secara proaktif menyediakan informasi yang relevan.
  • Transparansi
    Informasi tentang kebijakan, program, dan kegiatan harus terbuka untuk umum.
  • Akuntabilitas
    Informasi publik membantu masyarakat dalam mengawasi kinerja pemerintah dan meminta pertanggungjawaban jika ada penyimpangan.

Dengan demikian, etika politik versus keterbukaan informasi publik dapat diuraikan sebagai berikut:

Tujuan dan Fokus

  • Etika Politik
    Berfokus pada perilaku individu dan kolektif aktor politik dalam menjalankan tugas mereka dengan integritas.
  • Keterbukaan Informasi Publik
    Berfokus pada hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan dari badan publik.

Implementasi

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara