
Minahasa – Diskusi lintas agama yang membahas sejarah Yahudi di Sulawesi Utara hingga konflik geopolitik Israel–Iran digelar di Shaar HaShamayim Synagogue, Minggu (8/3/2026).
Dalam forum yang dihadiri berbagai komunitas lintas agama tersebut, Rabbi Yaakov Baruch tidak hanya memaparkan sejarah keberadaan komunitas Yahudi di Sulut, tetapi juga menyerukan penghentian perang di Timur Tengah karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak global, termasuk terhadap stabilitas energi dunia.

Baca juga: Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran saat Ramadan
Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini diselenggarakan oleh Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) Sulawesi Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pdt Ruth Kezia, Dr Denny Pinontoan, Rahman Mantu, serta sejumlah tamu undangan seperti Dr Natalia Lengkong SH MH, Stefan Voges SH MH, dan Sofyan Jimmy Yosadi SH.
Peserta diskusi juga berasal dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Advokasi KBB Sulut, seperti Komunitas Bahai, Komunitas Laroma, Komunitas Ahmadiyah, Komunitas Gusdurian, PMII Minahasa dan Manado, serta HMI Manado.
Sejarah Yahudi di Sulawesi Utara
Dalam pemaparannya, Rabbi Yaakov Baruch menjelaskan pengenalan ajaran dasar agama Yahudi sekaligus sejarah kedatangan komunitas Yahudi di Sulawesi Utara.
Menurutnya, keberadaan komunitas Yahudi di daerah tersebut memiliki sejarah panjang yang belum banyak diketahui masyarakat luas.
Ia menilai dialog lintas agama seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman dan toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Diskusi Konflik Israel–Iran
Selain membahas sejarah komunitas Yahudi di Sulut, diskusi juga menyoroti dinamika geopolitik internasional, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Penjelasan mengenai konflik tersebut disampaikan oleh pakar hukum internasional Dr Natalia Lengkong SH MH dan Stevan Voges SH MH yang memaparkan aspek hukum internasional serta potensi dampak geopolitik yang lebih luas.
Para pakar menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memicu ketidakstabilan global jika tidak segera diredam.
Baca juga: Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran di Samudera Hindia
Rabbi Serukan Hentikan Perang
Dalam pernyataannya kepada BeritaManado.com, Rabbi Yaakov Baruch mengingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat menimbulkan dampak luas terhadap stabilitas global.
“Jika konflik ini terus berlanjut, dampaknya bisa mengganggu stabilitas energi dunia, termasuk pasokan dan harga bahan bakar minyak. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, bisa ikut merasakan dampaknya,” kata Rabbi Yaakov Baruch.


Ia juga menegaskan bahwa konflik yang terjadi saat ini bukanlah perang agama.
“Ini bukan perang antara Yahudi dan Muslim. Konflik ini lebih terkait dengan kepentingan geopolitik dan perebutan sumber daya alam, khususnya minyak, di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Diskusi lintas komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat dialog antarumat beragama sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu global yang berpengaruh terhadap kehidupan bersama.
