Berita Utama

Dirut RSUP Kandou Hadiri Pengambilan Sumpah Dokter, Jejak Pengabdian Keluarga Prof Starry Rampengan Berlanjut

Dirut RSUP Kandou Hadiri Pengambilan Sumpah Dokter, Jejak Pengabdian Keluarga Prof Starry Rampengan Berlanjut
Prof Starry Rampengan bersama istri dr. Inneke Sirowanto hadir dalam pelantikan dan pengambilan sumpah sang putra, dr. Derren David Christan Homenta Rampengan, S.Ked.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Atmosfer Hotel Sentra Medika pada Rabu (19/8/2026) terasa begitu khidmat sekaligus hangat. Di tengah deretan wajah-wajah berseri para dokter yang siap mengabdi, tampak sosok Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes.

Didampingi sang istri tercinta, dr. Inneke Sirowanto, Sp.OG, pimpinan rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara itu hadir dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

ADVERTISEMENT

Namun, kehadiran Prof. Starry hari itu membawa makna yang jauh melampaui tugas kedinasannya.

Sebagai pimpinan RS Kandou yang menjadi benteng utama pendidikan kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), ia tentu berdiri sebagai mitra strategis.

Namun, di balik seragam dan jabatannya, hari itu ia juga hadir sebagai seorang ayah yang dadanya bergemuruh penuh rasa bangga.

Di antara jajaran dokter spesialis dan dokter umum yang siap mengikrarkan sumpah, berdiri putra kebanggaannya, dr. Derren David Christan Homenta Rampengan, S.Ked.

Melihat sang buah hati melangkah ke podium untuk mengucap janji suci profesi medis menjadi puncak kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata bagi keluarga besar Prof. Starry dan dr. Inneke.

Bagi Prof. Starry, momen pelantikan ini adalah gerbang awal dari pengabdian panjang.

Dirut RSUP Kandou Hadiri Pengambilan Sumpah Dokter, Jejak Pengabdian Keluarga Prof Starry Rampengan Berlanjut
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dokter spesialis dan dokter baru Fakultas Kedokteran Unsrat.

Ia mengingatkan bahwa gelar dokter membawa beban moral yang luhur di tengah dinamika ilmu kesehatan yang terus berkembang pesat.

“Menjadi seorang dokter bukan sekadar menguasai teori dan keterampilan medis, melainkan tentang menjaga integritas dan ketulusan dalam mengabdi. Sumpah yang diucapkan adalah janji moral yang wajib dipegang teguh dalam setiap tindakan medis,” tutur Prof. Starry.

Ia menekankan pentingnya belajar tanpa henti dan menjaga etika di atas segalanya.

Dalam pandangannya, keselamatan serta kenyamanan pasien harus selalu menjadi prioritas utama seorang tenaga medis.

“Melayanilah dengan hati. Kepercayaan yang diberikan pasien adalah amanah sakral yang tidak boleh diciderai,” tambahnya.

Rasa syukur yang mendalam terpancar jelas dari raut wajah sang profesor saat membicarakan kelanjutan jejak pengabdian sang putra di dunia kesehatan.

Kebahagiaan keluarga ini kian lengkap karena sang anak kini resmi melangkah di jalan perjuangan yang sama dengan kedua orang tuanya.

“Sebagai orang tua, tentu dada ini dipenuhi rasa bangga dan syukur yang tak terhingga. Namun, harapan terbesar saya adalah bagaimana ilmu yang telah Derren timba bisa menjadi keberkahan dan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya penuh haru.

Ia pun menitipkan pesan hangat agar sang putra melangkah dengan rendah hati, memegang teguh etika, dan senantiasa menempatkan kepentingan pasien di atas segalanya.

Kehadiran RS Kandou sebagai rumah sakit pendidikan utama Unsrat terus membuktikan perannya dalam mencetak generasi medis yang tak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan karakter yang kuat.

Dan hari itu, dari sudut ruangan Hotel Sentra Medika, sebuah keluarga kecil juga merayakan bukan hanya lahirnya seorang dokter baru, melainkan keberlanjutan estafet kemanusiaan untuk masyarakat Sulawesi Utara.