
MANADO – Pernyataan Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaja, bahwa uji-coba Jalur Satu Arah (JSA) berhasil, sehingga akan dipertahankan, mendapat reaksi DPRD Kota Manado.
Anggota Dekot Dapil Tuminting-Bunaken, Widjayanto Patonti SE, menilai pernyataan Mamuaja tidak tepat karena yang sebaliknya di lapangan JSA tidak berhasil mengatasi kemacetan, bahkan berpengaruh negatif bagi perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
“Sebetulnya persoalan ada pada efek dari perubahan JSA, jika beliau (Mamuaja) mengatakan berhasil, parameternya apa? Saya sebagai warga Manado merasakan langsung, JSA justru menambah kemacetan.
Patonti menambahkan, selain gagal mengatasi kemacetan, JSA juga sangat mempengaruhi roda perekonomian masyarakat karena ada kondisi yang tidak sempat terpantau oleh pemerintah yaitu, banyak pengusaha di ruas JSA yang terancam menutup tempat usaha karena mengalami penurunan pembeli akibat efek perubahan jalur.
“Saya sudah cek langsung, contoh tempat komputer di lorong kantor Diknas, mengalami penurunan pengunjung, juga ada beberapa tempat usaha yang terancam tutup, jadi JSA tidak hanya berdampak pada kemacetan lalu-lintas, namun juga sangat berdampak negatif pada perekonomian masyarakat,” tegas Patonti. (JRY)
