Hukum dan Kriminalitas

Dampak Pandemi COVID-19 dan Pentingnya Pertahanan Keamanan

Dampak Pandemi COVID-19 dan Pentingnya Pertahanan Keamanan
COVID-19

Manado — Dunia global sedang digemparkan dengan pandemi COVID-19 yang awal mulanya hanya merupakan virus corona biasa yang berasal dari kota Wuhan China.

COVID-19 kemudian menyebar ke seluruh dunia dan tidak pandang bulu karena tidak peduli status sosial dan ekonomi, siapa saja bisa terkena virus ini.

Semua negara di dunia pun sudah terpapar dengan virus ini dan menjadi bencana non alam sedunia.

Meski telah memakan banyak korban, tapi vaksin untuk COVID-19 ini belum ditemukan.

Negara Indonesia sampai membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang terintegrasi sampai ke kabupaten/kota.

Penyebaran virus corona yang telah menjadi pandemi global ini sangat meresahkan berbagai kalangan.

Virus ini seolah ‘memporak-porandakan’ ekonomi dan peradaban masyarakat dunia.

Pola interaksi yang telah berlangsung sekian tahun lamanya berubah drastis dan seolah berbalik 180 derajat.

Demikian halnya ekonomi rakyat yang landai tanpa guncangan, tiba-tiba terkoyak dengan serangan virus corona yang memaksa mereka membatasi bahkan menghentikan aktivitas ekonominya.

Keganasan virus ini telah membuat negara-negara di dunia melalui otoritasnya meminta rakyatnya untuk tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing) bahkan beberapa negara melakukan lockdown (karantina wilayah) untuk menghambat penyebaran virus corona.

Bukan hanya sekedar himbauan tetapi peraturan dan larangan keras untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Dampak dari penerapan ini berpengaruh negatif terhadap perekonomian dunia, karena penerapan social distancing dan physical distancing untuk membatasi ruang gerak dan mobilitas masyarakat, bahkan lockdown mengakibatkan masyarakat tidak dapat beraktivitas di luar rumah bahkan untuk mereka yang berstatus sebagai pekerja harian atau pedagang kaki lima.

Diakui atau tidak banyak pihak yang merasakan dampak negatif dari pandemi virus corona saat ini.

Pendapatan masyarakat jelas berkurang, terutama mereka yang berpenghasilan harian seperti buruh harian, pedagang kaki lima, ojek online, tukang parkir, dan lainnya.

Dampak negatif penyebaran virus corona tak hanya dirasakan oleh masyarakat saja, tetapi juga dunia usaha baik skala kecil, menengah, maupun besar.

Seluruh sektor perekonomian dunia mengalami tren penurunan seperti perindustrian, pariwisata, usaha transportasi (darat, laut dan udara), seluruh industri UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Penasihat Wadah Asosiasi Online Indonesia (WAOI) yang beranggotakan ribuan driver online Christian Yokung yang juga seorang pengusaha sektor pariwisata dan olahraga ini mengatakan, pandemi COVID-19 membuat banyak orang seolah kembali ke titik nol karena begitu terdampak dan terpukul secara finansial.

“Yang awalnya hidup pas-pasan, kini tentu lebih susah. Bahkan sekarang yang dulunya berkecukupan jadi bekekurangan. Sementara bantuan atau solusi yang ditawarkan tidak memberi jalan keluar. Bagi yang terdampak akibat pandemi ini, jadi harus putar otak luar biasa bagaimana bisa bertahan. Meski harus berpikir positif bahwa ini pun akan terlewati, tapi untuk menuju kesitu tidak mudah,” ujar Christian Yokung.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara