Catatan:
Dra Ivonne Kawatu
BERTAMBAHNYA orang dalam pemantauan (ODP) yang signifikan tentu menjadi tanda awas bagi kita semua, untuk lebih mampu mencegah diri, tidak lengah dan patuh pada himbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang selama ini sudah digaungkan hingga bergema sampai ke ujung Bumi Nyiur Melambai.
Ketika ada jedah yang angkanya tidak bergerak naik, kita terlenah, menganggap seakan virus corona sudah tidak mewabah lagi.
Sehingga kejadian ini banyak disebut orang dengan kata, pandang enteng.
Padahal kesempatan paling besar yang dapat membekukan virus corona tergantung pada kedisiplinan kita masing-masing dalam jaga jarak, di rumah saja, cuci tangan dengan sabun, pakai masker ketika keluar rumah, jangan berkerumun dan tidak mudik.
Hal yang kecil tapi dampaknya sangat besar, lihat saja yang terpapar saat ini melonjak tinggi.
Dan walaupun ada himbauan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dalam menjaga perekonomian, tapi di dalamnya diingatkan untuk pemberlakuan harus berhati hati.
Pemprov dalam penanganan COVID-19, telah berusaha semaksimal mungkin bukan hanya memberlakukan aturan, tapi juga menyediakan sarana prasarana, memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani sehingga dalam waktu singkat banyak yang terajak membantu bagi yang terdampak.
Dan ketika Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengeje’wantahkan lewat pembagian sembako justru banyak tanggapan miring yang tidak mengkaji dengan baik sehingga apa yang dilakukan oleh Pemprov seolah menjadi salah.
Padahal sebagai pemimpin, membagi sembako bukan hanya memenuhi kebutuhan, tapi juga di dalamnya harus mampu membuat rakyat bahagia dan merasa terlindungi.
Gubernur Olly Dondokambey sebagai pemimpin di Sulawesi Utara tentu di situasi seperti ini keberadaannya sangatlah diperlukan.
Bukan hanya tampil berdiri di depan saja mengomando, memberi arahan himbauan ataupun memerintah, tapi juga mampu berdiri di tengah, agar lebih dekat menyapa dan merangkul rakyatnya.
Bukan hanya di darat saja, tapi juga di pesisir pantai.
Maka tepat ketika membagi sembako menggunakan transportasi laut, ini semata agar terjangkau lebih jauh dan membuat warga yang terdampak merasa dimiliki dan memiliki.
Bahkan tidak segan berdiri dibelakang untuk mendorong, memberi semangat agar masyarakat tidak kuatir, tidak panik secara berlebihan dan menjaga iman dan imun serta memberi kesempatan berdialog.
Sekalipun ada kritikan pedas tapi sebagai pemimpin tetap legowo dan menerima, tapi tidak menerima bagi mereka yang membuat pembusukan tanpa bukti akurat dan mengkata-katai tanpa etika.
Di musim corona ini agar tidak lebih banyak lagi terkapar dan terpapar.

