Minut

Bupati Singal: Kalau Kita Mamanua, Samua Selendang Kita Ambe

Tari Tumetenden Mamanua Lumalundung Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut 3

Tumetenden – Tari Tumetenden diperagakan para Finalis Mamanua Lumalundung dihadapan Bupati Minahasa Utara Drs Sompie SF Singal MBA serta tamu undangan dalam kegiatan pengukuhan Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut (PJTM).

Para finalis merupakan orang-orang yang terpilih dalam Festival Tumetenden yang diselenggarakan Pemkab Minut melalui Disbudpar.

Dalam peragaan Tari Tumetenden, 9 perempuan sebagai Lumalundung yang menurut cerita datang dari kayangan, dan seorang laki-laki atau Mamanua sebagai orang yang rajin mengelola kebunnya di lokasi pemandian Tumetenden.

Mamanua dikejutkan dengan kedatangan 9 bidadari yang mandi di kolam Tumetenden dan mengambil hasil kebun miliknya. Disitulah timbul niat Mamanua mengambil salah satu sayap dari sembilan bidadari.

Tari Tumetenden Mamanua Lumalundung Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut 1

Dalam peragaan tari, sayap digantikan dengan selendang. Selendang itu adalah milik Lumalundung yang bungsu. Kemudian Mamanua membujuk Lumalundung untuk kawin. Dari hasil perkawinan lahirlah seoarang anak yang diberinama Walansendouw.

Bupati Sompie Singal mengakui terkesan akan penampilan Mamanua Lumalundung dalam memeragakan Tari Tumetenden. Menurut Bupati Sompie Singal di Tari Tumetenden menggambarkan orang Minut orang jujur.

“Kalo kita tak jujur, tarian tadi tak digambarkan seperti itu, karna cuma satu yang di ambe. Kalau kita jadi Mamanua, samua selendang kita ambe. Setuju? Ah ini gambaran-gambaran kejujuran,” ujar Bupati Singal yang disambut tawa tamu undangan. (robintanauma)

Tari Tumetenden Mamanua Lumalundung Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut 4

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara