MANADO – Mengantisipasi krisis pangan yang diprediksikan akan terjadi tahun ini maka Perum Bulog mengupayakan akan menyalurkan beras miskin (raskin) tepat waktu.
Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Sulut, Noldy Tumigolung
mengatakan, raskin Sulut tahun 2011 sebanyak 28.843,1 ton diharapkan dapat diterima tepat waktu setiap bulan oleh 115.695 rumah tangga sasaran (RTS) yang ada di 15 kabupaten/kota di Sulut.
Dikatakan Tumigolung, setiap bulan sebanyak 1.736,9 ton raskin didistribusikan kepada rumah tangga sasaran yang berada di seluruh desa dan kelurahan di Provinsi Sulut dengan alokasi per kepala keluarga 15 kilogram (Kg) dengan harga Rp1600 per Kg.
Katanya, Bulog akan mengupayakan agar penyaluran raskin tidak melewati bulan berjalan, karena beras ini terbukti sangat membantu masyarakat miskin dalam menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok.
Lanjut ia katakan, dampak positif raskin, bukan hanya membantu stok pangan
masyarakat miskin, tetapi dapat berperan sebagai stabilisasi harga.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Janny Rembet mengatakan, penyaluran raskin tepat waktu dapat menahan kenaikan harga beras.
“Ketika raskin mulai disalurkan, maka harga beras cenderung stagnan, karena itu distribusinya harus dilakukan tepat waktu,” kata Rembet, Kamis (10/02).
Ditambahkannya, iklim ekstrim yang terjadi saat ini bakal mengganggu
ketersediaan pangan bila tidak dilakukan langkah-langkah yang tepat. Kebutuhan beras masyarakat Sulut setiap bulan diperkirakan berkisar 20-22 ribu ton, jumlah tersebut selain dipenuhi beras dari pedagang, juga raskin Bulog dan operasi pasar. (is)
