MANADO – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mulai mengguyur sejumlah wilayah di Sulawesi Utara sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga deras akan mewarnai selama masa peralihan dari bulan September ke Oktober 2011,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Nurhadi, di Manado, Senin (19/9).
Dia menjelaskan, bulan September menuju Oktober adalah masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Di masa peralihan ini akan ditunjukkan hujan sedang menuju deras dengan intensitas beberapa jam. “Hujan di masa peralihan ini kira-kira akan terjadi satu hingga tiga jam. Memang akan berlangsung tidak lama. Tapi bisa saja cukup deras. Selain itu, pola sebarannya tidak akan berlangsung di semua wilayah kota/kabupaten yang ada di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Berbeda dengan musim penghujan di bulan depan. Menurutnya, hujan yang mengguyur bisa dalam waktu yang lama sampai beberapa lama. Pola hujannya bisa menyebar ke seluruh provinsi yang ada di Sulawesi Utara. “Nah hujan dengan intensitas deras ini akan sangat merepotkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan longsor karena sewaktu-waktu air bisa meluap,” tandasnya.
Karena itu harap Nurhadi di antara masa peralihan menuju musim penghujan bulan depan, warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) diharapkan waspada. Begitupun dengan warga yang tinggal di lereng-lereng curam dan berpotensi terjadinya longsoran.
“Pemerintah pasti punya peta daerah rawan bahaya banjir dan longsor. Karena itu hendaknya lebih berwaspada. Apalagi tanda-tanda kita memasuki musim penghujan mulai terjadi. Air meluap serta longsoran tiba-tiba bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” imbuhnya.(jor)
