Minahasa

Belum Bayar Tagihan, PLN Cabut 400 Instalasi Sambungan Listrik

TONDANO-PT PLN (Persero) Ranting Tondano belum lama ini terpaksa melakukan pemutusan sementara sambungan instalasi listrik (pencabutan meter, red) terhadap sejumlah pelanggannya di Tondano dan sekitarnya.

Terkait hal ini, PT PLN (Persero) Ranting Tondano saat dikonfirmasi mengatakan pemutusan tersebut sebagai imbas belum dibayarkannya tagihan rekening listrik. “Berdasarkan data yang dimiliki, para pelanggan yang menunggak di atas tiga bulan mencapai 720 pelanggan. Dan dari hasil penertiban yang sudah dilakukan, 400 pelanggan terpaksa kami tertibkan dengan cara pemutusan sementara aliran listrik. Meternya kami cabut,” ujar Kepala PLN Ranting Tondano Tondano, Denny Turang.

Sedangkan untuk sisanya, dikatakan Turang akan ditertibkan dalam waktu dekat ini. “Sisanya ada 300-an lebih pelanggan. Namun saat ini tim sementara berjalan, jadi tetap akan dilakukan penertiban. Targetnya memang selesai pada pekan lalu, namun itu belum bisa dipenuhi oleh karena sejumlah kendala yang kami hadapi di lapangan. Namun kami berharap dalam pekan ini semuanya sudah rampung,” tukasnya.

ADVERTISEMENT

Lanjut dikatakannya, mengenai jumlah tunggakan para pelanggan mencapai ratusan juta rupiah. “Total tagihan memang mencapai ratusan juta, sekitar Rp 838 juta. Namun setelah dilakukan penertiban, sudah ada sekitar Rp 234 juta yang melunasi, tinggal Rp 604 juta yang belum,” ujarnya.

Menariknya, meski para pelanggan yang menungak telah melunasi tunggakan mereka, sambungan instalasi listriknya tidak akan serta merta dipasang kembali. “Ya. Bagi pelanggan yang dicabut meternya, proses administrasinya sama seperti pemasangan baru. Hal ini dilakukan sebagai efek jera sehingga tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari,” pungkasnya. (iker)