
Manado – Puluhan sopir angkot yang tergabung dalam forum pengusaha angkutan umum Kota Manado mendatangi kantor DPRD Kota Manado, menggelar aksi damai untuk menyuarakan ketidak nyamanan saat berlalu lintas akibat persoalan kemacetan di Kota Manado yang berdampak pada berkurangnya pedapatan.
Dalam tuntutannnya yang dibacakan, Syahbudi Ardin Noho selaku kordinator lapangan bahwa aksi ini untuk menyuarakan sejumlah hal menyebabkan terjadinya kemacetan, diantaranya banyaknya parkiran liar yang menghiasi ruas jalan, infrastruktur jalan yang rusak, antrian kendaraan di SPBU, tempat-tempat usaha yang tidak memiliki lahan parkir yang layak, arus lalu lintas di pasar tradisional tidak teratur dan adanya aktifitas bongkar muat diatas badan jalan.
Menanggapi penyebab kemacetan tersebut, Noho meminta pihak terkait menindak tegas bagi pengendara yang seenaknya memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak seharusnya, penyediakan fasilitas terminal yang layak bagi angkutan umum, mengatur jam oprasional mobil barang yang berbobot diatas 3 ton, mengoptimalkan ketersediaan BBM, perlu dilakukannya parkiran satu arah khususnya jalan utama, menyediakan lahan parkir yang representatif di setiap pasar tradisional, percepatan penyelesaian jembatan Soekarno dan perbaikan jalan rusak.
Aksi tersebut diterima langsung sejumlah legislator Manado diantaranya, Hengky Kawalo, Morris Korah, Benny Parasan, Sonny Lela, Edwin Ramba dan Aldrin Kaparang.
“Persoalan ini perlu diagendakan pembahasan khusus yang melibatkan pihak-pihak terkait seperti, pemerintah kota, kepolisian, perwakilan asosiasi sopir angkot yang nantinya difasilitasi oleh DPRD Manado. Karena, jika kita duduk satu meja, maka akan diperoleh solusi untuk penuntasan masalah kemacetan ini,” singkat Sinjal. (Leriando Kambey)
