Berita Utama

Alamat Google Maps Kantor Bupati Minut Diretas Jadi ‘Kantor Bupati Korupsi Berjamaah Minahasa Utara’

Minut, BeritaManado.com – Alamat Kantor Bupati Minahasa Utara (Minut) Kamis (19/5/2022), pada aplikasi Google Maps, tampaknya diretas.

Kompleks kantor yang awalnya dinamai Kantor Bupati Minahasa Utara, sejak pagi berubah menjadi ‘Kantor Bupati Korupsi Berjamaah Minahasa Utara’.

Belum diketahui siapa pelaku kejadian ini.

ADVERTISEMENT

Yang pasti, penamaan kantor dengan konotasi negatif itu, tentunya akan merusak citra Pemkab Minahasa Utara jika tidak segera diperbaiki

Aktifis Minut William Luntungan, kepada BeritaManado.com mengatakan, perubahan nama Kantor Bupati Minut pada aplikasi Google Maps merupakan kejahatan ITE.

“Mungkin bagi sebagian orang, ini merupakan hal kecil. Tapi menurut saya, ini hal serius karena sudah jelas membuat nama Kabupaten Minahasa Utara menjadi rusak di mata publik. Sebagai warga yang baik, saya berharap agar aparat penegak hukum mengusut siapapun yang jelas dengan sengaja telah mengganti nama Kantor Bupati Minut di Google Maps,” ujar Luntungan.

Lagi menurutnya, memang saat ini, beberapa pejabat Pemkab Minut telah divonis sebagai terpidana kasus korupsi, namun bukan berarti Kantor Bupati Minut merupakan tempat korupsi berjamaah.

Beberapa tahun terakhir, Pemkab Minut memang tengah disorot publik akibat sejumlah kasus korupsi yang melibatkan pejabat mulai dari eks Bupati Vonnie Anneke Panambunan, hingga sejumlah pejabat eselon II dan III.

Pada Selasa (17/5/2022) pagi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara juga telah menggeledah kantor Dinas Pangan Minut.

Kasi Pidsus Kejari Minut Wilke Rabeta menjelaskan, penggeledahan dan penyitaan terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Perjalanan Dinas, Belanja Barang dan Jasa Berupa Empat Program/Kegiatan, dan Belanja Alat Tulis Kantor pada Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2020.

Total kerugian negara, diprediksi sekitar Rp2,1 Miliar dan kini dalam perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Utara.

“Sekitar itu kerugian awal tapi masih perhitungan penyidik, belum hasil BPKP. Masih dalam perhitungan BPKP,” ujar Wilke.

(Finda Muhtar)