
Manado — Merayakan natal Yesus Kristus di perbatasan Indonesia-Timor Leste bisa dijalani dengan berbagai cara seru, diantaranya seperti yang dilakukan oleh para prajurit Yonif Raider 712/Wiratama yang merupakan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL.
Para prajurit yang berasal dari berbagai latar belakang agama ini memilih untuk memaknai natal dengan berbagi kasih kepada sesama, atau lebih tepatnya menjadi santa clauss lengkap dengan aksesorisnya.
Salah satu posko yang menarik perhatian adalah Posko Laktutus yang terletak di desa Fohoeka, dusun Fatuleno B, kecamatan Nanaet Duabeso, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meski yang berpakaian santa clauss hanya satu prajurit, tapi keseruan dan semangat berbagi sudah terlihat sejak pagi, dimana para prajurit mempersiapkan hadiah natal tersebut sendiri, termasuk membungkus masing-masing kado.
Begitu siap, mereka pun menyambangi anak-anak di sekitar posko mereka di rumah masing-masing dan membagi-bagi hadiahnya.

Hal serupa juga dilakukan Mako Yonif Raider 712/Wiratama, bahkan sampai menghadirkan pit hitam.

Kepada BeritaManado.com, Danyon Raider 712/Wiratama Letkol Elvino Yudha Kurniawan membenarkan, para prajuritnya tampil beda di natal kali ini.
“Natal di perbatasan kali ini tentu harus berbeda. Jadi kami memaknainya dengan berbagi kepada sesama, kepada anak-anak disini dengan menggunakan kostum santa, biar nuansa natal lebih terasa,” ujar Elvino.
Sementara itu, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri mengapresiasi apa yang dilakukan para prajurit karena selain berbagi hadiah berupa barang, anak-anak juga menerima pengalaman yang bisa dikatakan masih baru.
“Dari anak-anak itu bisa saja baru kali ini melihat santa clauss secara langsung, biasa mungkin di dengar dari cerita sekolah minggu. Jadi pengalaman itu baru. Hadiah itu juga disiapkan prajurit dari mereka sendiri, mungkin memakai pembinaan mereka, disisipkan untuk anak-anak disana. Terima kasih atas kreatifitas dan ide itu, membawa nuansa natal yang berbeda,” kata Jenderal bintang satu TNI yang merupakan putra asli daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
(srisurya)
