Kota Bitung

WHO Belajar Penanggulangan HIV/AIDS di Bitung

BITUNG—Salah sati badan PBB yang bergerak dibidang kesehatan WHO mendatangi kota Bitung, Selasa (19/7) untuk belajar bagaimana penanggulangan HIV/AIDS di kota pelabuhan ini. Dimana Prof dr Charles Surjadi, MPH, PHd dari Jaringan Epidemiology Nasional (JEN) serta mewakili WHO Representatif Office Republik Indonesia dan dr Roy Massie, MPH, PHd dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkot Bitung untuk mencari tahu apa-apa yang telah dilakukan dalam menanggulangi HIV/AIDS di kota ini.

“Saya ingin tahu persis bagaimana tanggapan keluarga dan lingkungan terhadap para pemerhati HIV/AIDS yang ada di kota Bitung karena jelas dari informasi yang saya dapat para pemerhati HIV/AIDS sangat luar biasa melakukan pendekatan terhadap Odha dan masyarakat. Dan saya ingin tahu itu,” kata Surjadi ketika mengawali doalog dengan peserta.

Acara pertemuan yang dikemas Pemkot Bitung dalam rangka mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV/AIDS, yang dihadiri lintas sektoral semua unit-unit yang menangani masalah sosial dan kesehatan di Kota Bitung berjalan sangat menarik. Apalagi bukan hanya Surjadi dan Massie yang hadir namun Dr dr Grace Kandou, MKes dari akademisi Unsrat Manado serta LSM dan pemerhati HIV/AIDS juga hadir. Tak ketinggalan Wakil Walikota Bitung Max Lomban, Ketua Forum Kota Sehat Maurits Mantiri, Kadis Kesehatan dr Vonny Dumingan MKes dan beberapa kepala SKPD.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, menurut Dumingan, pertemuan ini dimaksudkan untuk menggali informasi dan mendapatkan data riil yang akan dilakukan oleh WHO dan Kemkes RI di Kota Bitung mengenai kepedulian sektor publik terhadap stigma HIV/AIDS.

“Kota Bitung adalah salah satu dari 3 daerah di Indonesia selain Kabupaten Padang Panjang dan Kabupaten Gunung Kidul yang dipilih oleh WHO menjadi daerah studi kasus masalah sosial kesehatan dalam hal ini kepedulian sektor publik terhadap stigma HIV/AIDS,”kata Dumingan.

Lebih lanjut Dumingan mengatakan, nantinya informasi dan data riil yang didapat akan dipresentasikan pada Konferensi Dunia Social Determinant Health (SDH) di Rio De Janeiro Brasil, Oktober 2011 mendatang.

Disis lain, Lomban dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya karena Kota Bitung menjadi salah satu Kota yang dikunjungi oleh WHO untuk mengkaji, menganalisa kebijakan dampak lingkungan sosial terhadap kesehatan khususnya masalah HIV/AIDS dari segi upaya pengurangan stigma dan peningkatan kesadaran perilaku seks beresiko.

“Peran pemerintah, masyarakat, swasta dan lintas sektoral merupakan hal yang menentukan dalam upaya mengurangi stigma pada HIV/AIDS,” kata Lomban.(en)