
Penulis: Frangki Wullur I Tondano
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang mengatakan bahwa generasi mdua Minahasa dalam menghadapi tantangan zaman sekarang harus memiliki daya kreativitas, inovatifm berkarakter dan bersahabat dengan teknologi.
Hal itu disampaikannya kepada BeritaManado.com, Minggu (30/8/2026) usai menghadiri sejumlah kegiatan yang diagendakan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Menurutnya, masa depan Kabupaten Minahasa berada di tangan generasi muda, dimana hal tersebut relevan dengan situasi perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat, generasi muda Minahasa dihadapkan pada berbagai tantangan.
Hal itu terkait dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, persaingan dunia kerja, perubahan sosial, hingga tuntutan untuk tetap menjaga identitas, budaya, dan karakter daerah.
Dikatakannya, bahwa kemajuan teknologi membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, membangun usaha dan bersaing tanpa batas wilayah.
Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa kesenjangan keterampilan, derasnya arus informasi, risiko penyalahgunaan teknologi, hingga persaingan kerja yang semakin ketat.
Pemerintah pusat sendiri menempatkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan penguasaan teknologi sebagai kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan transformasi digital.
Bagi generasi muda Minahasa, tantangan tersebut harus dijawab dengan semangat belajar dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Pendidikan formal perlu berjalan seiring dengan penguasaan keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi, literasi digital, kewirausahaan, serta keberanian untuk menciptakan peluang,” ungkap Vanda Sarundajang.
Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI, juga harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Namun, teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir mandiri, karakter, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan.
Literasi digital dan etika menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Selain persoalan teknologi dan dunia kerja, generasi muda Minahasa juga menghadapi tantangan dalam menjaga karakter dan jati diri di tengah perubahan sosial.
Budaya Minahasa yang dikenal menjunjung tinggi semangat kebersamaan, kerja keras, toleransi, dan kepedulian sosial perlu tetap menjadi fondasi dalam membentuk generasi masa depan.
Kiat untuk menghadapi tantangan tersebut, antara lain, dengan terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan, berani beradaptasi terhadap perubahan, membangun jejaring dan kolaborasi, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
Generasi muda juga perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang melalui inovasi di berbagai sektor, termasuk pertanian modern, pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting yang menentukan arah pembangunan Minahasa di masa depan.
“Generasi muda Minahasa memiliki potensi yang sangat besar. Tugas kita bersama adalah memberikan ruang, kesempatan, pendidikan, serta dukungan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal. Anak-anak muda harus percaya pada kemampuan diri, terus belajar, berani berinovasi dan tidak takut menghadapi perubahan,” ujar Vanda Sarundajang.
Menurutnya, perkembangan zaman yang semakin cepat harus dijadikan sebagai motivasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri.
“Tantangan pasti akan selalu ada. Tetapi setiap tantangan juga membawa peluang. Yang dibutuhkan generasi muda adalah kemampuan untuk beradaptasi, memiliki karakter yang kuat, disiplin, serta kemauan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,” katanya.
Vanda Sarundajang menilai, pengembangan potensi generasi muda tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah.
Peran keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi muda.
“Kita harus membangun ekosistem yang memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkarya. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan, tetapi generasi muda juga harus mengambil peran aktif, menunjukkan kreativitas, dan membuktikan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.
Ia juga mendorong generasi muda Minahasa agar tetap memiliki kepedulian terhadap daerah dan tidak melupakan akar budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kemajuan tidak berarti meninggalkan identitas. Generasi muda Minahasa harus mampu maju mengikuti perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki karakter, nilai budaya, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah,” tambah Vanda.
Kedepan, keberhasilan generasi muda Minahasa akan sangat ditentukan oleh kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan.
Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan karakter dan etika, pendidikan harus diterjemahkan menjadi kompetensi, sementara kreativitas harus diarahkan untuk menciptakan inovasi dan peluang.
Dengan dukungan semua pihak serta kemauan generasi muda untuk terus berkembang, Minahasa memiliki peluang besar melahirkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional dan global, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di tanah sendiri.
“Masa depan Minahasa, pada akhirnya, bukan hanya tentang bagaimana daerah ini berkembang, tetapi tentang seberapa siap generasi mudanya mengambil peran, menghadapi tantangan, dan mengubah setiap peluang menjadi karya nyata,” harap Vanda Sarundajang.
