
Manado, BeritaManado.com — Aksi demo sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh Undang-undang meski dibatasi oleh aturan hukum agar tidak mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain.
Di balik penyampaian aspirasi melalui aksi demo para sopir dump truck yang berlangsung tertib dan damai di DPRD Sulut, dikabarkan terdapat intimidasi yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian kepada para sopir sebelum aksi digelar.
Hal itu diungkapkan koordinator aksi demo Wiliam Luntungan di mana dirinya meminta Kepolisian untuk tidak menakut-nakuti aksi unjuk rasa yang digelar tersebut.
“Karena, berdasarkan informasi ada beberapa oknum yang meminta para pendemo itu tidak ikut sama-sama melakukan aksi,” beber Wiliam kepada awak media Senin, (29/9/2025) di depan kantor DPRD Sulut.
Wiliam pun menekankan bahwa upaya menakut-nakuti peserta aksi tersebut hanya dilakukan beberapa oknum saja.
“Jadi kasiang, jangan kong bekeng-bekeng tako. Pas pulang, oh ngoni ada iko awas ngoni! Mungkin cuma oknum tidak semua. Yang kita lihat di sini teman-teman kepolisian menyambut kami dengan baik,” ucap Wiliam dengan dialeg Manado yang khas.
Wiliam menjelaskan, upaya pencekalan yang dilakukan oknum aparat yakni dengan melakukan pendekatan secara persuasif dan juga intimidasi tetapi semua ditepis dan telah berkoordinasi dengan pihak Polda Sulut yang kemudian menjamin keamanan massa aksi demo.
“Kita harapkan, bapak Kapolda agar menindak oknum-oknum yang mengintervensi aksi ini,” tegas Wiliam.
Aksi demo para sopir dump truck tersebut pun berakhir dengan damai dan para sopir pun membubarkan diri dengan tertib.
(Erdysep Dirangga)
